Sosok dan Profil Singkat Bung Karno, Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia dan Presiden Pertama RI

tanggal 6 Juni merupakan hari lahirnya presiden pertama sekaligus proklamator Indonesia, yaitu Ir Soekarno.

Tayang:
Editor: Ahmad Haris
Grid.id
Kolase foto Ir. Soekarno. 

TRIBUNBANTEN.COM - Bertepatan dengan Peringatan Hari Besar Islam, yaitu Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah, tanggal 6 Juni 2025 menjadi hari yang spesial bagi warga Indonesia.

Ya, tanggal 6 Juni 2025 merupakan tanggal yang spesial bagi Indonesia, karena tanggal itu merupakan hari lahirnya presiden pertama sekaligus proklamator Indonesia, yaitu Ir Soekarno.

Lantas bagaimana sosok dan profil Ir. Soekarno? Simak ulasan berikut. 

Baca juga: Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2025, Dilaksanakan Mulai Besok, Ini Bacaan Niatnya

Sosok dan Profil Singkat Ir Soekarno

Tanggal 6 Juni 2025 diperingati sebagai hari kelahiran Ir. Soekarno.

Ir. Sukarno lahir pada 6 Juni Tahun 1901. 

Sukarno atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Bung Karno adalah seorang negarawan, orator, dan Presiden Indonesia pertama yang menjabat sejak tahun 1945 sampai 1967. 

Ia menjabat sebagai presiden setelah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia bersama wakilnya, Mohammad Hatta.

Selain dikenal sebagai Bapak Proklamator, Soekarno dikenal juga sebagai pencetus Pancasila, dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.

Soekarno adalah pemimpin perjuangan Indonesia untuk meraih kemerdekaan dari penjajah Belanda. 

Ia adalah pemimpin terkemuka gerakan nasionalis Indonesia selama masa kolonial, dan menghabiskan lebih dari satu dekade di tahanan Belanda hingga dibebaskan oleh penjajah Jepang dalam Perang Dunia II. 

Soekarno dan rekan-rekan nasionalisnya, berkolaborasi dengan Jepang untuk mendapatkan dukungan bagi upaya perang Jepang dari penduduk, sebagai imbalan atas bantuan Jepang dalam menyebarkan ide-ide nasionalis. 

Setelah Jepang menyerah, Soekarno dan Mohammad Hatta mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, dan Sukarno diangkat menjadi presiden. 

Ia memimpin perlawanan Indonesia terhadap upaya penjajahan kembali Belanda, melalui cara diplomatik dan militer hingga pengakuan Belanda atas kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949. 

Oleh karena itu, ia diberi gelar "Bapak Proklamasi."

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved