Mengapa Malam Satu Suro Disebut Angker? Ini Asal Usul dan Makna Mistisnya

Mengapa malam satu Suro disebut angker? Ini penjelasan lengkap tentang sejarah, tradisi, dan makna mistis di balik malam sakral dalam budaya Jawa.

Editor: Abdul Rosid
Tribun Sumsel
Mengapa malam satu Suro disebut angker? Ini penjelasan lengkap tentang sejarah, tradisi, dan makna mistis di balik malam sakral dalam budaya Jawa. 

TRIBUNBANTEN.COM - Menjelang datangnya malam satu Suro 2025, banyak masyarakat Jawa mulai menaruh perhatian pada hari yang diyakini memiliki energi spiritual kuat dan suasana penuh misteri.

Tapi, mengapa malam satu Suro disebut angker? Apa sebenarnya yang membuat malam ini begitu sakral dan menimbulkan kesan mistis di tengah masyarakat?

Asal Usul Malam Satu Suro

Dalam kalender Jawa, malam satu Suro merupakan malam pertama bulan Suro, yaitu bulan pertama dalam penanggalan Jawa. 

Baca juga: Kapan Malam 1 Suro 2025? Cek Kalender Jawa Bulan Juni 2025 Lengkap Weton dan Hijriyah

Malam ini bertepatan dengan malam 1 Muharam dalam kalender Hijriyah, dan diperingati sebagai Tahun Baru Jawa.

Namun, tidak seperti perayaan tahun baru pada umumnya, malam satu Suro tidak dirayakan dengan pesta atau keramaian. 

Sebaliknya, banyak masyarakat Jawa justru memilih untuk berdiam diri, bertirakat, dan menghindari keramaian.

Mengapa Disebut Angker? Ini Alasannya

1. Bulan untuk Introspeksi dan Tirakat

Suro dianggap sebagai bulan spiritual yang sangat kuat. Banyak orang melakukan tirakat, puasa mutih, atau meditasi malam demi mendekatkan diri kepada Tuhan. Aktivitas ini menambah kesan sakral dan ‘sunyi’ yang dianggap penuh aura mistis.

2. Dipercaya sebagai Waktu Turunnya Energi Gaib

Dalam kepercayaan Jawa kuno, malam satu Suro adalah saat di mana alam gaib paling aktif. Oleh sebab itu, masyarakat percaya bahwa pada malam ini batas antara dunia nyata dan dunia tak kasatmata menjadi tipis. 

Inilah yang membuat malam Suro dianggap angker dan penuh misteri.

3. Larangan Melakukan Hajat Besar

Di malam satu Suro, banyak orang tua di Jawa melarang melakukan pernikahan, pindah rumah, atau bepergian jauh, karena diyakini bisa mengundang kesialan. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved