Arti Kata Bahasa Arab
Arti Lafadz Annadhofatu Minal Iman, Apakah Hadist atau Bukan? Berikut Tulisan Arab dan Penjelasannya
Arti lafadz Annadhofatu Minal Iman, apakah hadist atau bukan? Simak penjelasannya berikut ini.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM - Arti lafadz Annadhofatu Minal Iman, apakah hadist atau bukan? Simak penjelasannya berikut ini.
Sebagaimana diketahui, Kalimat Annadhofatu Minal Iman, ada salah satu slogan atau motto yang mengajak untuk menjalankan pola hidup bersih.
Kalimat ini sering didengar saat mengikuti kajian keagamaan, atau sedang belajar pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Penggalan kalimat ini juga sering muncul dalam soal ujian sekolah atau tes ujian lainnya.
Baca juga: Arti Man Kana Yuminu Billahi, Hadist Tentang Berkata Baik atau Diam, Memuliakan Tetangga dan Tamu
Sebagian besar ulama mengatakan kalimat annadhofatul minal iman bukanlah hadits yang datang dari Rasulullah.
Namun maknanya yang mengajak kebaikan dapat menjadi semangat umat muslim untuk menjaga kebersihan.
Berikut Tulisan Arabnya :
اَلنَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ
Tulisan Latin:
annadhofatu minal iman
Artinya:
“Kebersihan sebagian dari iman.”
Melansir dari situs website UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam artikelnya yang telah terbit di https://rmb.uinssc.ac.id.
Disebutkan bahwa lafadz اَلنَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ jika disandarkan kepada Rasulullah hal ini tidak sah, padahal makna dari hadist tersebut adalah kebenaran yang tidak bisa di pungkiri kebenarannya.
Hal ini disebutkan oleh para ulama’ salah satunya adalah syeikh Abdul Karim al-Khudeir yang mana dalam (syarah al-Manzumah al-Baiquniyya: 15/2)
Baca juga: Ayat Seribu Dinar Pembuka Pintu Rezeki Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahannya
Dijelaskan bahwa kebnyakan manusia sering mengucapkan :
اَلنَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ
dan mereka menetapkan atau melestrikan ucapan tersebut, maka kami katakan bahwasannya ucapan itu tidak memiliki asal-usul (sanad), sehingga tidak boleh di sandarkan kepada rasulullah.
Adapun ungkapan yang mirip dengan ungkapan tersebut dan di benarkan, jika kita ingin menyandarkan ucapan tersebut kepada rasulullah adalah:
الطهور شطر الإيمان
yang artinya: kesucian atau kebersihan adalah sebagian dari iman (HR. Muslim: 328).
Jadi, logikanya adalah mengapa ungkapan annadhofatu minal iman ketika disandarkan kepada Rasulullah tidak disahkan, karena ungkapan tersebut tidak memiliki dasar atau silsilah langsung dari Rasulullah.
Jika kita terus menyandarkan ungkapan tersebut kepada rasulullah nantinya orang-orang sekitar mengira bahwasanya ungkapan tersebut itu bersumber dari rasulullah sedangkan aslinya tidak.
Dalam artikel tersebut masyarakat diimbau agar berhati-hati ketika ingin menggunakan suatu dalil.
Sebelum melakukannya kita bisa mencari sumber dari manapun baik hadits maupun al-quran tentang dalil atau hadits yang menerangkan tentang kebersihan yang dibenarkan oleh para ulama’ atapun hadits dalam kitab yang sudah diyakini bahwa hadits itu shohih.
Baca juga: Bacaan Doa Masuk dan Keluar Masjid, Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya
Berikut beberapa Hadits yang lebih memaknai lagi tentang pentingnya menjalankan pola hidup bersih.
1. Bersuci
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
Atthohuru Sathrul Iiman
Artinya: “Bersuci itu sebagian dari keimanan.” [HR. Muslim]
2. Kebersihan Adalah Fitrah Manusia:
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ (أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ) الْخِتَانُ، وَالاِسْتِحْدَادُ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ،وَنَتْفُ الإِبِطِ، وَقَصّ الشّارِبِ.
Bacaan Latin:
Al fithrohu khomsin, al khitanu, wal istihdaadu, wataqliimul adzfaar, wanatful ibithi, waqoshosysyaaribi.
Artinya:
“Fitrah manusia ada lima yaitu di khitan (disunat), mencukur rambut kemaluan, memotong kuku (kuku tangan dan kaki), mencabuti bulu ketiak, serta menggunting (merapikan) kumis.” [HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I, dan Ibnu Majah].
3. Bersiwak (sikat gigi)
Menjaga kebersihan mulut dan gigi sangat di anjurkan di dalam islam, sebagaimana hadits berikut:
Tulisan Arab:
لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ
Artinya:
“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak melaksanakan shalat.” [HR. Al-Bukhari].
Dalam hadits ini sangat jelas bahwa islam selaras dengan fitrah manusia yaitu kebersihan, bagaimana tidak kita di suruh untuk berkhitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan merapikan kumis.
Semua hal ini adalah bukti bahwa islam mengajarkan untuk menjaga kebersihan yang akan berdampak kepada kesehatan individunya.
Dalam hadits kedua tentang anjuran siwak sebenarnya banyak, seperti saat berwudhu, sebelum membaca Al Quran, ketika akan masuk ke rumah, dan ketika akan sholat tahajud, ini semua menjelaskan tentang menjaga kebersihan dan kesehatan mulut yang di contohkan dan dianjurkan oleh Baginda Nabi Sallalahu alaihi wassalam.
Dalam sabdanya yang lain Beliau Sallalahu alaihi wassalam mengatakan:
السِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
Artinya:
“Siwak membuat bersih mulut dan mendatangkan ridho Allah” [H.R Ahmad]
Atsar hadits tentang mandi dan wudhu yang merupakan refleksi dari kesehatan dan kebersihan
Riwayat dari ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu yang berbunyi:
سَأَلَ رَجُلٌ عَلِيًّا رَضِيَ اللهُ عَنْهَ عَنِ الغُسْلِ قَالَ اِغْتَسِلْ كُلًّ يَوْمٍ إِنْ شِئْتَ فَقَالَ لاَ الغُسْل الَّذِي هُوَ الغُسْلُ قَالَ يَوْمَ الجُُُمُعَةِ وَيَوْمَ عَرَفَةَ وَيَوْمَ النَّحْرِ وَيَوْمَ الفِطْرِ
Artinya:
Seseorang pernah bertanya pada ‘Ali radhiyallahu ‘anhu mengenai mandi. ‘Ali menjawab, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Orang tadi berkata, “Bukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?” ‘Ali menjawab, “Mandi pada hari Jum’at, hari ‘Arofah, hari Idul Adha dan Idul Fithri.” [HR. Al Baihaqi 3/278].
Riwayat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, yang berbunyi:
عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى
Artinya:
Dari Nafi’, (ia berkata bahwa) ‘Abdullah bin ‘Umar biasa mandi di hari Idul Fithri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang. [HR. Malik dalam Muwatho’ 426. An Nawawi menyatakan bahwa atsar ini shahih]
Dalil Tentang Kebersihan Lingkungan
عَنْ سَعْدِبْنِ اَبِى وَقَّاصٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌيُحِبُّ الْجَوَادَفَنَظِّفُوْااَفْنَيْتَكُمْ
Bacaan Latin:
”An sa’dibni abi waqqasin ’an abihi ’aninnabiyyi sallallahu ’alaihi wasallama innallaha tayyibun yuhibbuttayyiba nadifun yuhibbunnadifa karimun yuhibbulkarama jawadun yuhibbuljawada fanaddifu afnaitakum”.
Artinya :
”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan, bersih (dan) menyukai kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan, bagus (dan) menyukai kebagusan. Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu”. [HR. At- Tirmidzi].
Fitrah manusia adalah suka akan kebersihan, begitupun dengan agama islam yang merupakan fitrah bagi semua manusia, tentu akan selaras antara kebersihan dan islam.
Itulah arti Annadhofatu Minal Iman, Berikut Kumpulan Hadits Tentang Pentingnya Kebersihan dalam Islam.
Sumber : Dari Berbagai Sumber/Tribun Sumsel/UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Arti Lahaula Wala Quwata Illa Billahil Aliyil Adzim, Potongan Dzikir dan Doa Jaminan Masuk Surga |
![]() |
---|
Arti Wa La Ta Kulu Amwalahum Ila Amwalikum, QS An-Nisa Ayat 2 soal Larangan Memakan Harta Anak Yatim |
![]() |
---|
Arti Allahumma Ya Farijal Hammi Wa Kashifal Ghammi, Berikut Amalan Dzikir & Doa Agar Dagangan Laris |
![]() |
---|
Arti Ya Robbi Ballighna Nazuruh, Doa Agar Disegerakan ke Tanah Suci Lengkap dengan Tulisan Arabnya |
![]() |
---|
Arti Wa Yarzuqhu Min Haitsu lla Yahtasib, Potongan Ayat 1.000 Dinar sebagai Doa Pembuka Pintu Rezeki |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.