Kunci Jawaban

Isi dan Kandungan QS Ali Imran Ayat 190-191 tentang Berpikir Kritis

Q.S. Ali Imran ayat 190-191 merupakan ayat tentang berpikir kritis. Simak pembahasan isi kandungan Q.S. Ali Imran ayat 190-191 berikut ini.

Penulis: Vega Dhini | Editor: Vega Dhini
Freepik/Kemdikbudristek, 2021
QS ALI IMRAN AYAT 190-191 - Foto QS Ali Imran ayat 190-191 yang diolah dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas XI halaman 291, Kurikulum Merdeka dan Freepik.com, Jumat (4/7/2025). 

TRIBUNBANTEN.COM - Apa isi kandungan Q.S. Ali Imran ayat 190-191?

Q.S. Ali Imran ayat 190-191 merupakan ayat tentang berpikir kritis.

Sebelum membahas mengenai isi kandungan Q.S. Ali Imran ayat 190-191, simak terjemahan masing-masing ayat berikut ini.

Q.S. Ali Imran/3: 190

اِنَّ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَاخۡتِلَافِ الَّيۡلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الۡاَلۡبَابِ‏

Terjemahan: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.

Q.S. Ali Imran/3: 191

الَّذِيۡنَ يَذۡكُرُوۡنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوۡدًا وَّعَلٰى جُنُوۡبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُوۡنَ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ​ۚ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هٰذَا بَاطِلًا ۚ سُبۡحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ‏

Terjemahan: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Usia Minimal Menurut UU No. 16 Tahun 2019 Baik Laki-laki Maupun Perempuan

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Halaman 290, Dari Daftar di Atas yang Termasuk Rukun Menikah . .

Isi dan Kandungan Ayat

Memahami ayat Al-Qur’an, tidak cukup hanya berdasar terjemah saja, tetapi harus berlandaskan kepada buku tafsir yang mu’tabar (otoritatif).

Berikut ini, kandungan isi Q.S. Ali Imran ayat 190-191:

1. Begitu banyak tanda-tanda kebesaran Allah Swt. yang dibentangkan di langit dan bumi, termasuk pada diri manusia, semua itu harus dijadikan sebagai sarana  berpikir bagi umat manusia, khususnya orang beriman, agar dapat mengambil manfaat, faedah, dan hikmah dari keberadaan alam semesta.

2. Penciptaan alam semesta, meliputi silih bergantinya siang dan malam, pusaran angin, keteraturan lintasan benda-benda langit, dan bumi dengan segala isinya, semua itu jangan hanya dijadikan sebagai peristiwa biasa, tanpa hikmah dan tujuan, tetapi harus dipikirkan, diteliti, dan dieksplorasi, sehingga keberadannya semakin terbuka dan dapat diambil sisi positif dan negatifnya melalui akal pikiran serta akal budi yang dimiliki oleh setiap orang;

3. Semua manfaat, faedah, dan hikmah dari beragam peristiwa yang tersebar di alam semesta tersebut, hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang memiliki akal pikiran yang sehat serta akal budi yang dikenal dengan istilah ulil albab atau ulul albab;

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved