Konflik Kamboja Thailand

138.000 Orang Ngungsi, Thailand Peringatkan Potensi Perang dengan Kamboja

Thailand memperingatkan, kontak senjata dengan Kamboja yang terus berlanjut di wilayah perbatasan dapat berkembang menjadi perang terbuka.

Editor: Ahmad Haris
Capture video amatir di Instagram
Sejumlah tentara Kamboja tiarap, saat kontak senjata dengan militer Thailand di perbatasan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Bentrokan bersenjata antara tentara Kamboja dan Thailand yang terus berlanjut di wilayah perbatasan, dapat berkembang menjadi perang terbuka. 

Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, pada Jumat (25/7/2025).

Peringatan ini muncul setelah dua hari bentrokan lintas batas yang melibatkan jet tempur, artileri, tank, dan pasukan darat.

Baca juga: Perang Berkobar, Bagaimana Nasib WNI di Thailand-Kamboja? Pemerintah Indonesia Bakal Lakukan Ini

Akibat konflik ini, lebih dari 138.000 warga telah dievakuasi dari wilayah perbatasan Thailand

“Kami telah mencoba berkompromi karena kami bertetangga, tetapi kami sekarang telah menginstruksikan militer Thailand untuk segera bertindak jika terjadi keadaan darurat,” ujar Phumtham kepada wartawan di Bangkok. 

“Jika situasi meningkat, ini bisa berkembang menjadi perang, meskipun untuk saat ini masih terbatas pada bentrokan,” tambahnya. 

Bentrokan Dua Hari Berturut-turut 

Pertempuran pertama pecah pada Kamis (24/7/2025), dan kembali terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 04.00. 

Militer Thailand melaporkan bahwa pasukan Kamboja menembakkan senjata berat, artileri medan, dan sistem roket BM-21 ke wilayah Thailand

Sebagai respons, militer Thailand membalas dengan “tembakan dukungan yang sesuai”. 

Pertempuran dilaporkan terjadi di enam titik di perbatasan, termasuk di sekitar dua kuil kuno yang terletak di zona sengketa. 

Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan bahwa sejauh ini terdapat 15 korban jiwa, terdiri dari 14 warga sipil dan satu tentara. 

Selain itu, 46 orang luka-luka, termasuk 15 tentara. 

Sementara itu, dari sisi Kamboja, otoritas di Provinsi Oddar Meanchey menyatakan satu warga sipil pria berusia 70 tahun tewas dan lima lainnya luka-luka.

Warga mengungsi massal imbas perang Thailand-Kamboja Kondisi di lapangan kian mencekam. 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved