Kalender 2025

26 Juli 2025 Memperingati Hari Apa? Ada HUT Akademi Angkatan Udara, Ini Sejarahnya

HUT Akademi Angkatan Udara adalah hari ulang tahun dari Akademi Angkatan Udara, sebuah lembaga pendidikan tinggi militer di bawah TNI AU.

Editor: Vega Dhini
ChatGPT
KALENDER 26 JULI - Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI), Sabtu (26/7/2025), memperlihatkan ilustrasi kalender tanggal 26 Juli 2025. Setiap tahunnya pada tanggal 26 Juli di Indonesia diperingati sebagai HUT (Hari Ulang Tahun) Akademi Angkatan Udara. 

TRIBUNBANTEN.COM - Tanggal 26 Juli 2025 memperingati hari apa? Simak sejarah berdirinya Akademi Angkatan Udara berikut ini.

Setiap tahunnya pada tanggal 26 Juli di Indonesia diperingati sebagai HUT (Hari Ulang Tahun) Akademi Angkatan Udara.

HUT Akademi Angkatan Udara adalah hari ulang tahun dari Akademi Angkatan Udara, sebuah lembaga pendidikan tinggi militer di bawah Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). 

Akademi Angkatan Udara adalah lembaga pendidikan tinggi militer yang bertujuan untuk membentuk perwira TNI AU di bidang penerbangan, teknik, dan manajemen pertahanan udara.

Sejarah Akademi Angkatan Udara (AAU)

Dikutip dari situs resmi AAU, Akademi Angkatan Udara berawal dari sekolah penerbang TNI AU sebagai embrionya pada tanggal 15 Desember 1945 oleh Komodor Muda udara Agustinus Adisutjipto di pangkalan udara Maguwo (sekarang Lanud Adisutjipto) Indonesia. 

Selanjutnya dengan memanfaatkan pesawat-pesawat tua seperti Chureng dan Hayabusha, sekolah penerbang tersebut berhasil meluluskan penerbang-penerbang seperti Prof. dr. Abdulrachman Saleh, Husein Sastranegara, Halim Perdanakusuma, Suharnoko Harbani, Iswahyudi, Soetardjo Sigit dan  Moeljono.

Pada tanggal 29 Juli 1947, Belanda menembak jatuh pesawat Dakota VT-CLA yang sedang mengemban misi kemanusiaan sehingga menyebabkan gugurnya Agustinus Adisutjipto, Abdulrachman Saleh, serta Adi Soemarmo.

Peristiwa itu tidak membuat pendidikan sekolah penerbang tidak berhenti sebagai upaya untuk memperoleh tenaga-tenaga inti angkatan udara Republik Indonesia (AURI), yang saat itu baru berusia satu tahun.

Kemudian, pada masa Agresi Militer Belanda II, tepatnya tanggal 19 Desember 1948, Belanda dengan menggunakan pesawat pembom  B-25 menghancurkan pangkalan udara Maguwo.

Untuk pembangunannya kembali, pimpinan Angkatan Udara memberikan surat keputusan kerja nomor: 88/54-IV/II tanggal  27 April 1950, yang berisi tentang rencana kerja kilat maupun rencana kerja lima tahun.

Pedoman kerja pendidikan dan latihan yang diputuskan pimpinan Angkatan Udara Republik Indonesia tanggal 11 Desember 1950 antara lain berisi: “bahwa di dalam bidang pendidikan/latihan khusus maupun pendidikan/latihan militer bagi perwira AURI sendiri dan pendatang/pelajar baru, pada suatu waktu akan dipersatukan dalam Akademi Auri”.

Selanjutnya pendidikan penerbang dilaksanakan di Andir, Bandung, sedangkan Komando Pendidikan dan latihan berada di pangkalan udara Kalijati, Subang.

Melihat banyaknya jurusan pendidikan perwira AURI yang dilaksanakan di kesatuan-kesatuan pendidikan, maka berdasarkan surat keputusan Kasau tanggal 11 Desember 1950, seluruh sekolah tersebut disatukan di bawah naungan satu lembaga pendidikan di pangkalan udara Adisutjipto.

Baca juga: 25 Ucapan Hari Mangrove Sedunia 26 Juli 2025, Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Ekosistem Pesisir

Momen bersejarah yakni peletakan batu pertama pembangunan Kesatrian Akademi Angkatan Udara dilaksanakan tanggal 9 April 1960 oleh Laksamana muda udara Aburachman atas nama menteri/pangau.

Dengan surat keputusan menteri/panglima Angkatan Udara nomor:  52 tahun 1965, maka tanggal 26 Juli 1965 dinyatakan sebagai hari berdirinya Akademi Angkatan Udara atau AAU.

Surat keputusan Menteri Angkatan Udara nomor  32  tahun 1965, Pataka Akademi Angkatan Udara yang bersemboyan "Vidya Karma Vira Pakca" diresmikan dan diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia kepada Komandan Jendral Akademi Angkatan Udara, Komodor Udara Dono Indarto.

Arti Vidya Karma Vira Pakca adalah "setiap perwira lulusan AAU dengan berbekal ilmu pengetahuan dan sikap ksatria, siap melaksanakan tugas negara dan bangsa untuk menjaga kedaulatan wilayah dirgantara nasional".

Adanya persaingan yang tidak sehat dan semangat Korp yang berlebihan pada saat itu, maka Jendral Gatot Subroto mencetuskan gagasan untuk mengintegrasikan keempat lembaga pendidikan Akademi Angkatan dan Polri  di bawah satu komando yang terintegrasi, yaitu Akabri (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

Lalu, AAU menjadi Akabri bagian udara berdasarkan surat keputusan Presiden/Panglima tertinggi ABRI/Panglima Koti nomor 185/koti/1965 tanggal 16 Desember 1965, yang selanjutnya tanggal tersebut dijadikan sebagai hari jadi Akabri.

Dengan terbentuknya Akabri, maka Wing sekolah penerbang mengalami perubahan organisasi, sehingga pada tanggal 20 Februari 1968 dibentuk kembali Wing Pendidikan nomor 1 (Wingdik I). 

Sehubungan dengan reorganisasi ABRI sejak tanggal 16 Juni 1984, Akabri bagian Udara kembali ke jajaran TNI AU dengan nama Akademi Angkatan Udara.

(*)

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved