Sempat Belajar Lesehan, Siswa SMKN 8 Tangsel Kini Punya Meja-Kursi

SMKN 8 Tangsel sempat ramai jadi perbincangan publik lantaran ratusan siswanya diketahui belajar secara lesehan atau mengampar di lantai.

Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Ade
Gedung belajar siswa SMKN 8 Kota Tangerang Selatan, Kamis (31/7/2025). 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - SMKN 8 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sempat ramai jadi perbincangan publik, lantaran ratusan siswanya diketahui belajar secara lesehan atau mengampar di lantai.

Namun kini, para siswa akhirnya dapat belajar secara normal menggunakan meja dan kursi.

Ratusan pasang meja dan kursi tersebut diberikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, pada Rabu (30/7/2025) atau usai berita terkait kondisi miris tersebut viral di media massa.

Baca juga: Depak Juara Bertahan Prancis, Slovenia Tantang Italia di Semifinal VNL 2025 Putra

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Muraja mengatakan, bantuan meja dan kursi yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan belajar mengajar siswa kelas 10 dan 11 di sekolah tersebut. 

"Terkait dengan sarana prasarana itu alhamdulillah sudah terpenuhi semua sudah digunakan anak-anak, kepala dinas pendidikan sudah secara cepat untuk dikirim dan diberikan kepada siswa," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (31/7/2025).

"Alhamdulillah semuanya sudah aman tidak ada kendala lagi masalah siswa," sambungnya. 

Ia mengatakan, SMKN 8 Tangsel total memiliki 664 siswa, namun yang belajar di sekolah hanya siswa kelas 10 dan 11 saja.

Sedangkan untuk siswa kelas 12 yang jumlahnya 200 siswa lebih, sejak awal Juni 2025 mengikuti kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) di industri.

"Jumlah siswa ada 664, jumlah kelas ada 18. Tapi memang belum menampung semua, untuk sementara ini cuma bisa nampung kelas 10 dan 11 saja," kata Muraja.

"Kalau untuk anak kelas 12 dari awal Juni sudah gak masuk kelas lagi, karena memang ga ada pembelajaran di sekolah, tapi ikut PKL di lapangan semua (industri)," jelasnya. 

Dirinya mengaku, kondisi siswa yang belajar secara lesehan itu mulai terjadi sejak tahun 2024.

"Karena sekolah ini kan angkatan pertamanya tahun 2023, dan waktu pertama itu ada 90an kursi meja, terus sisanya ada pinjam juga dari sekolah lain," ucapnya. 

"Cuma angkatan kedua itu 2024 yang belajar di lantai," kata Muraja.

Oleh karena itu, dirinya mengaku maklum jika pemerintah belum bisa memenuhi semua kebutuhan sekolah.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved