Sekolah Rakyat
Program Sekolah Rakyat Dinilai Solusi Atasi Angka Putus Sekolah di Kota Serang
Progam Presiden RI Prabowo Subianto yaitu sekolah rakyat dinilai menjadi solusi untuk memutuskan angka putus sekolah di Kota Serang.
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Salah satu progam Presiden Prabowo Subianto, yaitu sekolah rakyat dinilai menjadi solusi untuk memutuskan angka putus sekolah di Kota Serang.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang terdapat 153 anak putus sekolah.
Namun, 153 anak putus sekolah ini sudah dikembalikan ke jalur pendidikan formal maupun non formal.
Baca juga: Berkas Lengkap, Tersangka Kasus Korupsi Pengelolaan Sampah DLHK Tangsel Segera Disidang
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan sekolah rakyat tentu solusi untuk mengatasi angka putus sekolah.
"Sekolah rakyat di sini ada kesempatan bagi warga yang tidak mampu, bagi warga miskin itu bisa masuk sekolah rakyat," katanya, Senin (11/8/2025).
"Kalau skop biaya sekolah rakyat sudah siap menanggung semuanya yah, baik makannya, tempatnya, pakaian, semua ditanggung oleh negara, ini program presiden," ucap Budi.
Sementara, kepala Dindikbud Kota Serang, Tb Suherman mengatakan, ada tiga faktor penyebab utama angka putus sekolah.
"Satu karena faktor kemiskinan, arena kemiskinan orang tuanya tidak bisa memberi jajan."
"Kedua faktor dibully oleh teman-temannya karena miskin tadi, yang lain pada jajan, ini enggak jajan, kan diolok-olok sama teman-temannya dibully."
"Ketiganya faktor karena orang tua siswanya tidak mengerti tentang pendidikan, masih usia remaja suruh bekerja," katanya.
Pemkot Serang mengambil langkah menjalin kerja sama dengan Bank Jabar Banten (BJB) ,dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk mengentas angka putus sekolah.
"Ketika mereka putus sekolahnya karena tidak punya uang jajan, kita usahakan melalui BJB dikasih dana tabungan Rp500 ribu per siswa per bulan dari BJB, yang tidak punya seragam sekolah dikasih dari Baznas," ucap Tb Suherman.
Adapun anggaran seragam sekolah tersebut mencapai senilai Rp16 miliar, sedangkan untuk bantuan uang saku bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BJB dan Bank Banten.
Adanya gebrakan ini, mereka kembali bersekolah termasuk yang mengikuti program paket C yang dibiayai Pemprov Banten.
Baca juga: Terbukti Pungli Seragam Sekolah, Dindikbud Tangsel Nonaktifkan Kepsek SDN Ciledug Barat
"Kalau paket B dan paket A, tanggung jawab kami Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang," ujarnya.
Ia menegaskan agar penyaluran bantuan tersebut tepat sasaran, pihaknya akan meminta data siswa yang kurang mampu ke dinsos melalui data Program Keluarga Harapan (PKH).
"Sasaran yang tepat itu tentu melaporkan kepada kami, setelah diverifikasi datanya ke sekolah, baru kita ajukan ke pak Wali Kota supaya menghindari sasaran yang tidak tepat," tutup Tb Suherman.
| Pemkot Serang Bidik Lahan Permanen untuk Sekolah Rakyat di Kecamatan Taktakan |
|
|---|
| Sawah Luhur Rawan Banjir, Pemkot Serang Cari Lokasi Alternatif untuk Sekolah Rakyat |
|
|---|
| Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Pengentasan Kemiskinan di Pandeglang |
|
|---|
| Sekolah Rakyat di Pandeglang Segera Dibangun, Siap Tampung 1.000 Siswa dari Jenjang SD Sampai SMA |
|
|---|
| Kabar Gembira! Sekolah Rakyat akan Segera Dibangun di Pandeglang, 10 Hektare Lahan Sudah Disiapkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Wali-Kota-Serang-Budi-Rustandi-sr.jpg)