SOSOK di Balik Penjahit Bendera Merah Putih, Ada Kisah Pilu Fatmawati

Kisah pilu Fatmawati, penjahit bendera Merah Putih untuk proklamasi 17 Agustus 1945. Dari hamil tua hingga menjahit bendera pusaka

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
Yustinus Wijaya Kusuma/ Kompas.com
Kisah pilu Fatmawati, penjahit bendera Merah Putih untuk proklamasi 17 Agustus 1945. Dari hamil tua hingga menjahit bendera pusaka dengan mesin jahit tangan. 

Jasa Fatmawati tidak hanya tercatat sebagai penjahit bendera Merah Putih, tetapi juga simbol keteguhan hati seorang perempuan dalam perjuangan kemerdekaan.

Monumen Fatmawati di Bengkulu

Untuk mengenang jasanya, pemerintah membangun Monumen Pahlawan Nasional Ibu Agung Hj. Fatmawati Soekarno di Bundaran Simpang Lima, Kota Bengkulu.

Monumen ini diresmikan Presiden Joko Widodo pada 5 Februari 2020, bertepatan dengan hari kelahiran Fatmawati.

Patung karya maestro I Nyoman Nuarta itu menggambarkan Fatmawati sedang menjahit bendera, setinggi total 7 meter, menjadi pengingat bagi generasi muda akan pengorbanan dan perjuangan sang Ibu Negara.

Presiden Jokowi menegaskan, “Ibu Fatmawati bukan hanya ibunya warga Bengkulu, tapi juga ibunya seluruh rakyat Indonesia. Beliau meninggalkan warisan besar berupa bendera pusaka Merah Putih yang dijahit dengan tangannya sendiri sebelum Indonesia merdeka.”

Kisah Fatmawati mengajarkan bahwa perjuangan kemerdekaan bukan hanya di medan tempur, tetapi juga melalui pengorbanan tanpa pamrih demi kejayaan bangsa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved