MUI Banten Gelar PAW, Sejumlah Ulama Sepuh Wafat Digantikan

MUI Provinsi Banten menggelar rapat paripurna untuk Pergantian Antarwaktu (PAW) pengurus menyusul wafatnya sejumlah ulama sepuh.

Tayang:
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Ahmad Haris
Momen rapat paripurna MUI Provinsi Banten pada Selasa (20/1/2026) - MUI Provinsi Banten menggelar rapat paripurna untuk Pergantian Antarwaktu (PAW) pengurus menyusul wafatnya sejumlah ulama sepuh. 

Laporan Jurnalis TribunBanten.com, Ahmad Haris

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten menggelar rapat paripurna untuk melakukan Pergantian Antarwaktu (PAW) pimpinan dan pengurus, menyusul wafatnya sejumlah ulama dan kiai sepuh yang selama ini menjadi pilar organisasi keulamaan di Banten.

Rapat paripurna tersebut berlangsung pada Selasa (20/1/2026) dan dihadiri oleh jajaran Dewan Pertimbangan serta Dewan Pimpinan MUI Provinsi Banten.

Forum ini menjadi momentum penting untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memastikan roda organisasi tetap berjalan di tengah duka atas kehilangan para tokoh ulama.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Banten, KH E. Syibli Syarjaya, menjelaskan bahwa PAW dilakukan karena beberapa posisi mengalami kekosongan, baik akibat wafatnya pengurus maupun karena ada anggota yang tidak lagi aktif.

Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syakban 2026? Ini Tanggal yang Ditentukan NU

“Rapat paripurna hari ini memiliki dua agenda utama, yaitu Pergantian Antarwaktu (PAW) kepengurusan dan pengkristalan program kerja MUI Banten untuk tahun 2026,” ujar Syibli usai rapat.

Ia menyampaikan, selama 2025 hingga awal 2026, sejumlah ulama sepuh yang tergabung dalam Dewan Pertimbangan maupun Dewan Pimpinan MUI Banten telah berpulang ke rahmatullah. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut organisasi untuk segera melakukan penyesuaian struktur agar fungsi MUI tetap optimal.

“Ada beberapa anggota Dewan Pertimbangan yang telah wafat, kemudian ada pula yang sudah tidak aktif. Salah satunya Pak Wahidin Halim yang kini digantikan oleh Pak Andra Soni,” kata Syibli.

Selain itu, posisi Andika Hazrumy digantikan oleh Dimyati Natakusumah. Sementara Prof. KH Tihami digantikan oleh Prof. H. Mohamad Ishom.

Pergantian juga terjadi pada sejumlah tokoh ulama lainnya. KH Abdul Hakim digantikan oleh KH Sulaiman Ma’ruf, kemudian KH Babay Sujawandi digantikan oleh Drs. H. A. Taufiqurohman, serta KH Turmudzi digantikan oleh H. Hasbi Sidik.

Syibli menegaskan bahwa seluruh proses PAW dilakukan melalui mekanisme organisasi dan musyawarah internal sesuai dengan aturan yang berlaku di tubuh MUI.

“Ini bukan sekadar penggantian nama, tetapi upaya menjaga kesinambungan peran ulama dalam membimbing umat dan menjadi mitra strategis pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Banten, KH A. Bazari Syam, menilai pergantian kepengurusan merupakan hal yang wajar dan tak terpisahkan dari dinamika organisasi keulamaan.

“Ulama-ulama kita banyak yang sudah berpulang, dan itu adalah sunnatullah. Maka PAW ini sesuatu yang lumrah dan memang harus dilakukan agar estafet perjuangan tetap berjalan,” kata Bazari.

Ia menambahkan, MUI Banten akan terus melanjutkan peran strategisnya sebagai penjaga moral umat, pemberi fatwa, serta perekat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Banten.

“Siapa pun yang menggantikan, semangatnya tetap sama, yaitu mengabdi untuk umat dan menjaga kemaslahatan bersama,” tutup Bazari.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved