Tol Tangerang–Merak Banten KM 50–60 Tergenang Banjir, Kendaraan Terpaksa Melambat
Genangan air dilaporkan menguasai jalur tol di sekitar Kilometer (KM) 50 hingga KM 60, wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Wawan Perdana
Ringkasan Berita:
- Ruas Tol Tangerang–Merak, khususnya di KM 50 hingga KM 60 (wilayah Balaraja), kembali terendam banjir
- Kondisi ini menyebabkan gangguan arus lalu lintas dan kendaraan terpaksa melambat.
- Pengelola tol dan BPBD Banten melakukan upaya pembersihan saluran air dan koordinasi pengendalian di Daerah Aliran Sungai (DAS).
Laporan Jurnalis TribunBanten.com, Ahmad Haris
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG–Ruas Jalan Tol Tangerang–Merak, Provinsi Banten, kembali terendam banjir hari ini, Jumat (23/1/2026).
Genangan air dilaporkan menguasai jalur tol di sekitar Kilometer (KM) 50 hingga KM 60, wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Dalam dua hari ini, hujan deras mengguyur kawasan Banten dan sekitarnya.
Peristiwa banjir ini kembali memicu gangguan serius terhadap arus lalu lintas.
Sejumlah kendaraan terpaksa melambat, bahkan berhenti, akibat genangan air yang menutup sebagian badan jalan tol.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBanten.com, banjir di ruas tol tersebut diduga kuat disebabkan oleh meluapnya Sungai Ciujung.
Sungai besar yang mengalir di wilayah Banten itu kerap menjadi pemicu utama genangan setiap kali debit air meningkat drastis saat hujan berintensitas tinggi.
“Debit Sungai Ciujung naik sangat cepat ketika hujan deras turun cukup lama. Saat kapasitas sungai tidak lagi menampung, air meluap dan masuk ke kawasan sekitar, termasuk badan jalan tol,” ujar Juli kristianto, Kabid Darurat dan Logistik BPBD Provinsi Banten, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, posisi Sungai Ciujung yang berada tidak jauh dari jalur tol menjadikan kawasan KM 50 hingga KM 60 sebagai titik rawan banjir.
Selain faktor luapan sungai, kondisi kontur tanah yang relatif rendah turut mempercepat meluasnya genangan.
Selain Sungai Ciujung, beberapa sungai lain di wilayah Tangerang juga tercatat pernah menyebabkan genangan di ruas tol, meski berada di titik yang berbeda. Salah satunya adalah Sungai Sabi di sekitar Tol Jakarta–Tangerang, tepatnya di KM 24.
Baca juga: Siswa di Pontang Kabupaten Serang Tetap Belajar di Tengah Banjir, Mulai Keluhkan Gatal-Gatal
“Namun untuk Tol Tangerang–Merak, khususnya KM 50 sampai KM 60, penyebab yang paling sering adalah Sungai Ciujung,” tegasnya.
Banjir yang berulang ini kembali memunculkan sorotan terhadap efektivitas penanganan banjir di jalur vital tersebut.
| Prakiraan BMKG Cuaca Sabtu, 2 Mei 2026: Kabupaten Lebak dan Sekitarnya |
|
|---|
| Hujan Deras, 12 Lokasi di Tangsel Terendam Banjir, Sebagian Wilayah Mulai Surut |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kamis, 23 April 2026: Kabupaten Lebak dan Sekitarnya |
|
|---|
| Banjir Baduy Lebak: Sungai Cibarani Meluap, Jembatan Rusak, Warga Dipastikan Aman |
|
|---|
| Banjir Terjang Kawasan Adat Baduy Lebak, BPBD Sebut Dipicu Hujan Deras di Hulu Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Banjir-Tol-Tangerang-Merak-Jumat-asdad.jpg)