Prakiraan Cuaca Banten 25-26 Januari 2026 : Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II, Sabtu (24/1/2026), menginformasikan update prakiraan cuaca di Banten

Tayang:
Editor: Wawan Perdana
Dok./BPBD Banten
Kendaraan melaju pelan di ruas Jalan Tol Tangerang–Merak yang terendam banjir, Jumat (23/1/2026). Hujan lebat yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan sungai meluap. 

TRIBUNBANTEN.COM-Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II, Sabtu (24/1/2026), menginformasikan update prakiraan cuaca di Banten untuk beberapa hari ke depan.

Sejumlah daerah akan dilanda hujan sedang hinggal lebat di 25 dan 26 Januari 2026. 

Masyarakat juga harus waspada, karena beberapa daerah akan terdampak angin kencang.

Peringatan Dini Hujan 25 Januari 2026 :

Hujan sedang-lebat :

  • Kabupaten Pandeglang Bagian Utara,
  • Kabupaten Lebak Bagian Timur,
  • Kabupaten Serang Bagian Selatan dan Utara,
  • Kabupaten Tangerang Bagian Utara,
  • Kota Tangerang

Peringatan Dini Hujan 26 Januari 2026 :

Hujan sedang-lebat :

  • Kabupaten Pandeglang bagian Utara,
  • Kabupaten Lebak bagian Timur,
  • Kabupaten Serang bagian Selatan, dan
  • Kabupaten Tangerang bagian Utara.

Angin Kencang 25 Januari 2026:

  • Kabupaten Pandeglang
  • Kabupaten Lebak Bagian Selatan
  • Kabupaten Serang
  • Kota Serang
  • Kota Cilegon
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan

Baca juga: 3 Desa di Cikande Serang Kembali Terendam Banjir, Ketinggiannya Mencapai Dada Orang Dewasa

2 Bibit Siklon Tropis

BMKG juga mendeteksi keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P di sekitar wilayah Indonesia. 

Bibit siklon 91S terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat, sementara bibit siklon 92P berada di Teluk Carpentaria. 

Keberadaan kedua bibit siklon ini membentuk dan memperkuat daerah pertemuan angin dalam skala luas, terutama di wilayah selatan Indonesia. 

Adapun, area yang terdampak meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku bagian selatan, hingga Papua Selatan. 

Selain itu, BMKG juga mencatat aktifnya Monsun Asia yang membawa suplai udara lembap dari Laut Cina Selatan menuju Indonesia melalui Selat Karimata. 

Aliran ini semakin diperkuat oleh seruakan dingin (cold surge) dari dataran tinggi Siberia yang melintasi ekuator hingga Pulau Jawa.

Kondisi tersebut ditandai dengan meningkatnya indeks surge dan CENS (Cross-Equatorial Northerly Surge) dalam beberapa hari terakhir. 

Dampaknya, pertumbuhan awan hujan meningkat signifikan, terutama di wilayah selatan Indonesia.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved