Inflasi Banten Tembus 0,93 Persen di Awal Ramadan 2026, Pandeglang Tertinggi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) di Provinsi Banten pada Februari 2026 sebesar 0,93 persen.

Penulis: Ahmad Haris | Editor: Abdul Rosid
Ahmad Haris/TribunBanten.com
Masjid Raya Al-Bantani di KP3B Kota Serang - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) di Provinsi Banten pada Februari 2026 sebesar 0,93 persen. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Haris

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) di Provinsi Banten pada Februari 2026 sebesar 0,93 persen.

Inflasi tertinggi di Banten terjadi di Kabupaten Pandeglang, sementara Kota Tangerang mencatat inflasi paling rendah.

Ketua Tim Statistik Distribusi, Harga, dan Jasa BPS Provinsi Banten, Saeful Hidayat, menjelaskan kenaikan tersebut mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,16 pada Januari 2026 menjadi 110,18 pada Februari 2026.

“Secara tahunan (year on year/y-on-y) inflasi Banten tercatat 5,14 persen, sedangkan secara tahun kalender (year to date/y-to-d) sebesar 0,59 persen,” ujar Saeful dalam rilis resmi BPS Provinsi Banten, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Nasib Jemaah Haji dan Umrah Serang Banten di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Penjelasan Kemenhaj

Bahan Pangan Dominan Picu Kenaikan

Tekanan inflasi Februari terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 2,53 persen dengan andil 0,81 poin persen. Kelompok ini menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut menyumbang inflasi sebesar 1,39 persen dengan andil 0,09 poin persen.

Di sisi lain, kelompok transportasi justru mencatat deflasi 0,30 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,03 poin persen, sehingga sedikit menahan laju kenaikan harga secara umum.

Ayam Ras hingga Cabai Rawit Jadi Pemicu

BPS mencatat sedikitnya lima komoditas utama yang memicu inflasi bulan ke bulan. Daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,15 poin persen, disusul emas perhiasan (0,12 poin persen), cabai rawit (0,09 poin persen), bawang merah (0,08 poin persen), dan ikan mas (0,07 poin persen).

Sebaliknya, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga dan menahan inflasi, antara lain bensin dengan andil deflasi 0,05 poin persen, deodoran 0,02 poin persen, serta wortel, deterjen cair, dan wafer masing-masing 0,01 poin persen.

Pandeglang Tertinggi, Tangerang Terendah

Secara wilayah, inflasi m-to-m tertinggi pada Februari 2026 terjadi di Kabupaten Pandeglang sebesar 1,64 persen. Sementara itu, Kota Tangerang mencatat inflasi terendah sebesar 0,64 persen.

Untuk inflasi tahunan (y-on-y), Kabupaten Pandeglang kembali menjadi daerah dengan angka tertinggi yakni 5,86 persen. Adapun inflasi tahunan terendah terjadi di Kota Tangerang sebesar 4,64 persen.

Kenaikan harga di awal Ramadan ini menjadi sinyal perlunya penguatan pengendalian pasokan dan distribusi bahan pangan, terutama komoditas strategis yang sensitif terhadap momentum hari besar keagamaan.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved