Potensi Cuaca Ekstrem Banten 4-10 Maret 2026, Waspada Hujan Sangat Lebat dan Angin Kencang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah 2, mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di Banten, periode 4-10 Maret 2026

Editor: Wawan Perdana
TribunBanten.com/Wawan Perdana
MENDUNG-Ilustrasi langit Kota Serang saat mendung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah 2, mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di Banten, periode 4-10 Maret 2026 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Hujan pada subuh hingga pagi membasahi tanah Kota Serang, Banten, Selasa (3/3/2026). Pada tengah hari ini, cuaca kembali hangat.

Warga Kota Serang tetap harus waspada karena hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada empat hari ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah 2, mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Banten, periode 4-10 Maret 2026.

Hujan Lebat-Sangat Lebat

  • Kabupaten Tangerang bagian Utara dan Selatan
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kabupaten Serang bagian Barat dan Selatan
  • Kabupaten Pandeglang
  • Kabupaten Lebak bagian Timur dan Selatan

Hujan Sedang-Lebat

  • Kabupaten Serang
  • Kota Serang
  • Kota Cilegon
  • Kabupaten Lebak bagian Utara dan Tengah

Hujan Sedang-Lebat

  • Kabupaten Pandeglang bagian Barat dan Selatan

Potensi Angin Kencang

  • Kabupaten Pandenglang
  • Kabupaten Kebak
  • Kabupaten Serang
  • Kota Serang
  • Kota Cilegon
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kabupaten Tangerang

Tinggi Gelombang 2,5-4 meter

  • Perairang Selatan Pandeglang
  • Selat Sudan Barat Pandeglang

Tinggi Gelombang Sedang 1,25-2,5 meter

  • Selat Sunda bagian Utara
  • Perairan Selatan Lebak

Baca juga: Anyer-Cinangka Jadi Destinasi Favorit di Banten saat Libur Lebaran 2026, Ini Persiapan Pemkab Serang

Dinamika Atmosfer

Bibit siklon tropis 905 terpantau di Samudera Hindia Selatan Banten-Jawa Barat dan memiliki peluang sedang hingga tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis, dengan pergerakan ke arat Timur dalam 24 jam ke depan.

Sistem tersebut membentuk daerah pertemuan angin di sepanjang Pulau Jawa, sehingga mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di Provinsi Banten.

Pertemuan angin monsun dari Utara dengan angin baratan dari Samudera Hindia di Wilayah Selatan.

Aktivitas MJO secara spasial, gelombang kelvin dan law frequency, serta labilitas lokal kuat turut mendukung proses konvektif dan meningkatkan potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Banten.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved