Banten Diguncang Dua Gempa Bumi Hari Ini, Terbesar Terjadi di Binuangeun Lebak

Wilayah Provinsi Banten diguncang dua kali gempa bumi pada Jumat (22/5/2026).  Gempa pertama terjadi di wilayah barat daya Muarabinuangeun, Lebak

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
Kompas.com
Wilayah Provinsi Banten diguncang dua kali gempa bumi pada Jumat (22/5/2026).  Gempa pertama terjadi di wilayah barat daya Muarabinuangeun, Lebak 

TRIBUNBANTEN.COM - Wilayah Provinsi Banten diguncang dua kali gempa bumi pada Jumat (22/5/2026). 

Gempa pertama terjadi di wilayah barat daya Muarabinuangeun, Kabupaten Lebak, sementara gempa kedua terjadi di wilayah barat Sumur, Kabupaten Pandeglang.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, gempa pertama memiliki magnitudo 2,7 dan terjadi pada pukul 06.35 WIB.

Pusat gempa berada di koordinat 7.08 Lintang Selatan dan 105.61 Bujur Timur atau sekitar 40 kilometer barat daya Muarabinuangeun, Banten, dengan kedalaman 3 kilometer.

Baca juga: Daftar Aset 6 Pejabat Kantor Pertanahan Kota Serang Disita Kejari, Ada Fortuner hingga Suzuki Jimny

BMKG merilis informasi gempa tersebut melalui laporan cepat yang mengutamakan kecepatan data, sehingga hasil pengolahan masih dapat berubah seiring pembaruan informasi.

Sementara itu, gempa kedua terjadi pada pukul 07.39 WIB dengan magnitudo 2,3. Episentrum gempa berada di koordinat 6.58 Lintang Selatan dan 104.96 Bujur Timur atau sekitar 69 kilometer barat Sumur, Banten.

Gempa kedua tercatat memiliki kedalaman 15 kilometer. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat dua gempa tersebut.

Meski magnitudonya relatif kecil, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, terutama warga yang berada di wilayah pesisir selatan Banten.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi hoaks terkait gempa bumi dan selalu memantau perkembangan informasi resmi melalui kanal resmi BMKG.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Banten diketahui merupakan salah satu wilayah yang rawan aktivitas gempa bumi karena berada dekat dengan zona subduksi pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di selatan Pulau Jawa.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved