Pembunuhan Bocah di Cilegon

Polisi Periksa CCTV Sekitar TKP Kasus Dugaan Pembunuhan Bocah 9 Tahun di Cilegon

Polres Cilegon masih menyelidiki kasus kematian bocah 9 tahun di Perumahan BBS. Polisi memeriksa delapan saksi dan menganalisis rekaman CCTV.

Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Muhammad Uqel Assathir
Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama - Polres Cilegon masih menyelidiki kasus kematian bocah 9 tahun di Perumahan Bukit Baja Sejahtera. Polisi memeriksa delapan saksi dan menganalisis rekaman CCTV sambil menunggu hasil autopsi. 

Ringkasan Berita:
  • Bocah berusia 9 tahun berinisial MAHM ditemukan meninggal di Perumahan Bukit Baja Sejahtera, Cilegon
  • Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian diperiksa sebagai petunjuk penting
  • Polisi telah memeriksa delapan saksi dari keluarga dan warga sekitar

 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhmmad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa kematian bocah 9 tahun berinisial MAHM, anak dari Maman Suherman, di Perumahan Bukit Baja Sejahtera, Kota Cilegon.

Salah satu fokus utama penyelidikan adalah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, mengatakan pihak kepolisian belum dapat menjelaskan secara rinci kronologi maupun motif kejadian karena proses penyelidikan masih berlangsung.

Baca juga: Polisi Sebut Tak Ada Barang Hilang di Kasus Dugaan Perampokan dan Pembunuhan di Rumah Mewah Cilegon

“Kami belum bisa menjelaskan, dalam hal ini kami masih melakukan penyelidikan,” ujar AKP Yoga Tama kepada TribunBanten.com, Rabu (17/12/2025).

Hingga saat ini, kata Yoga, polisi telah memeriksa sedikitnya delapan orang saksi yang terdiri dari pihak keluarga korban dan warga sekitar lokasi kejadian.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk menggali informasi awal terkait aktivitas korban sebelum peristiwa terjadi.

“Untuk jumlah saksi sementara yang sudah kita lakukan pemeriksaan itu ada delapan orang dari keluarga dan warga setempat yang ada di lingkungan lokasi kejadian,” jelasnya.

Selain pemeriksaan saksi, lanjut Yoga, polisi juga telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penanganan awal, termasuk visum terhadap korban.

Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi guna memastikan penyebab kematian korban.

“Dari penanganan pertama, kita sudah mengamankan TKP, sudah melakukan visum, dan kita sedang menunggu hasil autopsi korban,” ungkap AKP Yoga.

Ia menambahkan, hasil autopsi diperkirakan dapat selesai dalam waktu dekat dan akan menjadi bagian penting dalam mengungkap peristiwa tersebut.

“Untuk autopsi, insya Allah hari ini sudah bisa selesai hasilnya,” katanya.

Dalam proses penyelidikan, kata Yoga, keberadaan CCTV di sekitar lokasi kejadian menjadi salah satu petunjuk penting.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved