Mudik Lebaran 2026

Saat Pemudik Pulang Kampung, Puput Justru Menjemput Rezeki di Pelabuhan Merak

Puput (54) memilih berjualan minuman dan mie instan di Pelabuhan Merak saat arus mudik Lebaran 2026 ketika ribuan pemudik pulang kampung.

Editor: Abdul Rosid
Tribunnews.com
Puput (54) memilih berjualan minuman dan mie instan di Pelabuhan Merak saat arus mudik Lebaran 2026 ketika ribuan pemudik pulang kampung. 

TRIBUNBANTEN.COM - Arus mudik Lebaran identik dengan ribuan orang yang berbondong-bondong menuju pelabuhan untuk kembali ke kampung halaman. 

Namun di tengah keramaian itu, ada pula sebagian orang yang justru datang ke pelabuhan bukan untuk pulang, melainkan untuk mencari nafkah.

Pemandangan tersebut terlihat di kawasan Pelabuhan Eksekutif Merak, Banten. 

Baca juga: Sopir Truk Menginap Berhari-hari di Pelabuhan BBJ Bojonegara, Antrean Mengular

Saat para pemudik sibuk menunggu jadwal keberangkatan kapal, sekelompok ibu-ibu justru bersiap menyambut datangnya pembeli di area pintu masuk pelabuhan.

Jumlah mereka lebih dari tujuh orang. Para perempuan ini memilih bertahan di garis depan pelabuhan sejak malam hari, memanfaatkan ramainya arus penumpang yang datang untuk menyeberang.

Salah satu di antara mereka adalah Puput (54), pedagang minuman hangat yang sudah puluhan tahun menggantungkan penghasilan dari aktivitas mudik di Pelabuhan Merak.

Saat ditemui jurnalis Tribunnews, Alfarizy, Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 03.30 WIB, Puput tampak duduk di bangku kecil sambil menunggu pembeli. 

Di sampingnya terdapat keranjang kecil berisi berbagai minuman bubuk kemasan yang siap diseduh.

Di depannya juga tersedia dua termos besar berisi air panas yang digunakan untuk membuat minuman hangat sekaligus menyajikan mie instan bagi para pemudik yang membutuhkan makanan cepat saji.

Penampilannya cukup mencolok di tengah temaram lampu pelabuhan. 

Ia mengenakan pakaian berwarna kuning mustard yang dipadukan dengan hijab senada, serta kacamata berbingkai hitam yang menghiasi wajahnya.

Sapuan lipstik merah tua di bibirnya masih terlihat jelas meski ia telah berjualan sejak larut malam.

Bagi Puput, bekerja di malam hari sudah menjadi rutinitas yang dijalani bertahun-tahun. Ia biasanya mulai membuka lapak dagangannya sekitar pukul 22.00 WIB.

Sementara waktu pulang sangat bergantung pada kondisi keramaian penumpang di pelabuhan.

"Kalau ramai, bisa sampai jam 06.00 pagi baru pulang. Kalau sepi, ya sebelum Subuh saya sudah pulang ke rumah," ujar Puput kepada Tribunnews.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved