Kabar Dunia
Afghanistan Diguncang Gempa, 1.124 Orang Dikabarkan Tewas, Taliban Minta Bantuan Internasional
Gempa bumi berkekuatan M 6,0 mengguncang Afghanistan pada Senin (1/9/2025) dan menewaskan ratusan orang serta meratakan sejumlah kota dan desa.
TRIBUNBANTEN.COM - Kabar dunia, bencana alam berupa gempa bumi berkekuatan M 6,0, mengguncang Negara Afghanistan pada Senin (1/9/2025).
Gempa bumi tersebut menewaskan ratusan orang serta meratakan sejumlah kota dan desa.
Guncangan tersebut dirasakan di kota-kota dekat perbatasan Pakistan, dengan wilayah pegunungan terpencil menjadi yang paling parah terdampak.
Baca juga: Getaran Gempa Bekasi Bikin Warga Pandeglang Panik, Kopi di Meja Sampai Bergoyang
Upaya penyelamatan diketahui terhambat dilakukan sebab hujan lebat, tanah longsor, dan akses jalan yang rusak.
Bencana tersebut terjadi di tengah penderitaan warga Afghanistan, yang bergulat dengan krisis pangan serta berkurangnya bantuan internasional sejak Taliban berkuasa pada 2021.
Gempa tersebut juga menjadi gempa besar ketiga yang melanda Afghanistan sejak 2021, setelah sebelumnya negara itu dihantam serangkaian bencana alam maupun krisis seperti kemiskinan, konflik, kekeringan, serta pemulangan paksa jutaan pengungsi dari Pakistan dan Iran.
Lokasi dan jumlah korban Dilansir dari CNN, Selasa (2/9/2025), Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebutkan gempa terjadi sekitar 27 kilometer timur laut Kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar, dekat perbatasan Pakistan.
Kawasan tersebut merupakan kawasan pegunungan yang memang dikenal rawan akan aktivitas seismik.
Gempa berkedalaman 8 kilometer tersebut tergolong dangkal, sehingga menimbulkan kerusakan yang lebih besar.
Provinsi Kunar menjadi salah satu yang paling terdampak, dengan tiga desa rata dengan tanah.
Sementara itu, kerusakan dan korban lain juga dilaporkan di Provinsi Laghman, Nuristan, dan Panjshir.
Wilayah-wilayah tersebut juga dilanda sedikitnya lima gempa susulan, dengan yang terkuat berkekuatan M 5,2 beberapa jam setelah gempa utama.
Departemen Meteorologi Pakistan menyebutkan guncangan gempa juga turut mereka rasakan hingga beberapa kota di negaranya.
Berapa banyak orang yang terkena dampak?
Masyarakat Bulan Sabit Merah Afghanistan melaporkan setidaknya 1.124 orang tewas dan 3.251 lainnya terluka.
Juru bicara Otoritas Manajemen Bencana Nasional Afghanistan, Yousaf Hammad mengatakan jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan proses evakuasi yang masih berlangsung.
Para saksi mata mengingat betapa susahnya mencari keluarga mereka yang terjebak di bawah rumah yang runtuh.
Saat itu mereka harus menunggu berjam-jam hingga petugas darurat mencapai wilayah yang paling parah terkena dampak.
"Saya setengah terkubur dan tidak bisa keluar," ujar Sadiqullah, warga Nurgal, Provinsi Kunar yang Istri dan dua putranya diketahui telah tewas.
Sementara itu, Ahmad Zameer (41), salah seorang warga Kabul yang tempat tinggalnya berjarak lebih dari 160 kilometer dari pusat gempa, mengatakan bahwa gempa tersebut sangat terasa hingga di daerahnya.
"Gempa tersebut membuat semua orang dari gedung apartemen di dekatku berhamburan ke jalan," ujarnya.
Taliban meminta bantuan internasional
Taliban meminta bantuan dan dukungan internasional untuk pemulihan pascagempa di Afghanistan.
Juru bicara Kementerian Kesehatan, Sharafat Zaman mengatakan banyak orang kehilangan nyawa dan rumah sehingga mereka sangat membutuhkan bantuan.
Sejauh ini, baru beberapa negara yang menyalurkan dukungan pada Afghanistan,
Inggris mengumumkan dana darurat sebesar 1 juta poundsterling (Rp 21,9 miliar) yang akan disalurkan melalui Dana Kependudukan PBB dan Palang Merah Internasional.
Sementara itu, India mengirimkan 1.000 tenda keluarga ke wilayah Kabul serta 15 ton bantuan pangan ke wilayah Kunar, dengan tambahan bantuan yang dijanjikan akan menyusul.
China juga menyatakan siap memberikan bantuan sesuai kebutuhan dan kapasitas Afghanistan.
Sementara itu, Amerika Serikat hanya menyampaikan bela sungkawa lewat unggahan di media sosial X (dulunya Twitter) tanpa menyebutkan bantuan konkret yang diberikan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gempa di Afghanistan Tewaskan 1.124 Orang, Taliban Minta Bantuan Dunia"
| Tolak Wajib Militer, 200 Ribu Yahudi Ultra-Ortodoks Turun ke Jalan di Yerusalem |
|
|---|
| Mayoritas Warga Israel Tolak Pemimpinnya Kembali Berkuasa, Karier Netanyahu Diujung Tanduk |
|
|---|
| Kala Trump Kembali Puji Prabowo di Depan 25 Kepala Negara Besar Dunia |
|
|---|
| Dihadiri Prabowo, Trump Sebut KTT Perdamaian Gaza Jadi Simbol Penutup Potensi Perang Dunia III |
|
|---|
| 27 Kepala Negara Hadiri KTT Perdamaian Gaza di Mesir, Prabowo Satu-satunya dari Asia Tenggara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-gempa-jepang.jpg)