Rusia Peringatkan AS: Putin Sebut Rudal Tomahawk Tak Ubah Perang Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan Amerika Serikat soal pengiriman rudal Tomahawk ke Ukraina.
TRIBUNBANTEN.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) terkait rencana pengiriman rudal jarak jauh Tomahawk ke Ukraina.
Menurutnya, langkah itu hanya akan memicu eskalasi baru, namun tidak akan mengubah arah perang yang sedang berlangsung.
Putin menyampaikan hal tersebut dalam forum kebijakan luar negeri di Sochi, Rusia, Kamis (2/10/2025). Ia menegaskan, meskipun rudal Tomahawk memiliki daya rusak besar, Rusia memiliki sistem pertahanan udara yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap ancaman baru.
Baca juga: 40 Kapal-Ratusan Aktvis Dicegat Israel saat Menuju Gaza, Kemlu RI Ungkap Kondisi WNI
“Pengiriman rudal Tomahawk akan menjadi tahapan baru eskalasi antara Moskow dan Washington. Namun, itu tidak akan mengubah keseimbangan kekuatan di medan perang,” ujar Putin.
Puji Trump tapi Tetap Waspada
Dalam kesempatan yang sama, Putin juga memuji Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas upaya negosiasi damai terkait Ukraina. Ia menilai pertemuan keduanya di Alaska pada Agustus lalu berlangsung produktif.
“Sangat baik kita berusaha mencari jalan penyelesaian krisis Ukraina. Saya merasa nyaman berbicara dengan Presiden Trump,” kata Putin.
Meski begitu, ia menegaskan Rusia tidak akan lengah menghadapi setiap langkah Washington yang dianggap memperburuk situasi.
Ingatkan Soal Perjanjian Nuklir
Putin turut menyinggung perpanjangan perjanjian New START 2010 yang mengatur pembatasan hulu ledak nuklir dan rudal strategis. Rusia, kata dia, siap memperpanjang kesepakatan tersebut selama satu tahun.
“Kalau Amerika Serikat tidak membutuhkannya, kami juga tidak membutuhkannya,” tegasnya.
Balas Sindiran “Macan Kertas”
Putin juga menanggapi pernyataan Trump yang menyebut Rusia sebagai “macan kertas” karena gagal menaklukkan Ukraina meski sudah lebih dari tiga tahun berperang.
Menurutnya, Rusia bukan hanya melawan Ukraina, melainkan berhadapan dengan seluruh dukungan NATO di belakang Kyiv.
“Kita melawan seluruh blok NATO dan tetap maju dengan percaya diri. Macan kertas? Kalau begitu, mari hadapi macan kertas ini,” tantang Putin.
Putin menegaskan, Rusia akan terus melanjutkan operasinya di Ukraina dan yakin pada kemenangan jangka panjang meski menghadapi tekanan internasional.
| Kala Trump Kembali Puji Prabowo di Depan 25 Kepala Negara Besar Dunia |
|
|---|
| Dihadiri Prabowo, Trump Sebut KTT Perdamaian Gaza Jadi Simbol Penutup Potensi Perang Dunia III |
|
|---|
| Kala Presiden AS Trump Berbisik Ke Presiden Palestina Mahmoud Abbas |
|
|---|
| 27 Kepala Negara Hadiri KTT Perdamaian Gaza di Mesir, Prabowo Satu-satunya dari Asia Tenggara |
|
|---|
| Donald Trump Sebut Konflik di Gaza Sudah Berakhir Setelah 2 Tahun Perang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/PUTIN-DAN-TRUMP-x.jpg)