Pengemudi Ojol di Serang Diberi Edukasi Digital & Kesehatan, Tanamkan Pengetahuan CPR Sejak Dini
Puluhan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Serang, Banten, diberi edukasi digitalisasi dan kesehatan, Jumat (28/11/2025).
TRIBUNBANTEN.COM – Puluhan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Serang, Banten, diberi edukasi digitalisasi dan kesehatan, Jumat (28/11/2025).
Acara yang digelar oleh Lebaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Banten ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-88 LKBN ANTARA.
Kegiatan yang meliputi edukasi digitalisasi, pelatihan kesehatan, hingga pembagian paket sembako ini dilaksanakan di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Banten, Walantaka.
Kepala LKBN ANTARA Biro Banten, Bayu Kuncahyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini digagas untuk memperkuat pemahaman para pengemudi ojol mengenai literasi digital.
Hal ini dinilai penting untuk membentuk kemampuan praktis dan kemandirian teknologi agar seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam ekonomi digital.
"Di momen perayaan HUT ke-88 ANTARA, kami berinisiatif untuk memberikan edukasi tentang digitalisasi, karena memang saat ini semua aspek kehidupan berkaitan erat dengan hal tersebut," ujar Bayu dalam keterangannya, Jumat (28/11/2025).
Baca juga: Buka Peluang Kerja, Eka Hospital Bersama Disnaker Cilegon Gelar Pembekalan & Edukasi Ketenagakerjaan
Selain literasi digital yang disampaikan oleh pemateri dari Bank Indonesia dan Indosat, LKBN ANTARA juga menghadirkan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Pelatihan ini mencakup serangkaian teknik pertolongan pertama yang krusial dilakukan dalam situasi darurat.
Bayu menekankan bahwa edukasi BHD sangat relevan bagi pengemudi ojol, mengingat profesi mereka memiliki risiko tinggi di jalan raya.
Dengan bekal pengetahuan ini, diharapkan para pengemudi memiliki kesiapan dalam menghadapi situasi kedaruratan.
"Selama perjalanan kami yang kini sudah menginjak usia ke-88, ANTARA tidak hanya dikenal sebagai kantor berita, tetapi juga sebagai ruang aspirasi dan edukasi bagi masyarakat luas. Ini adalah bentuk kewajiban sosial kami," tambah Bayu.
Head of Corporate Communications & External Affairs mengatakan, Natalie Saacke mengatakan, pelatihan bantuan hidup dasar penting diberikan masyarakat sejak dini, khususnya para driver ojol.
"Pelatihan ini diharapkan agar rekan-rekan pengemudi ojol memiliki keterampilan atau pengetahuan untuk bisa memberikan bantuan hidup dasar. Jika mengalami situasi atau menemukan orang yang mengalami berhenti napas, rekan-rekan ojek online diharapkan bisa melakukan bantuan CPR (Resusitasi Jantung Paru) atau bantuan pernapasan untuk pertolongan pertama," ungkapnya.
Terlebih para driver ojol, kata Natalie, rentan bertemu dengan situasi kecelakaan atau orang yang mengalami henti napas.
Natalie menyebut, posisi orang yang sedang mengalami henti napas, waktunya singkat yaitu kurang dari 10 menit.
| Eka Hospital Cilegon Resmi Beroperasi, Wakafkan 1.000 Al-Qur'an di HUT ke-27 Kota Cilegon |
|
|---|
| Wali Kota Budi Rustandi Respons Cepat Keluhan Ojol, Pemkot Serang Salurkan Bansos |
|
|---|
| Keluarga Korban Desak Polda Banten Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Taksi Online di Serang |
|
|---|
| Keluarga Korban Taksi Online Pertanyakan Keterangan Polda Banten, Sebut Pelaku Lebih dari Satu Orang |
|
|---|
| Keluarga Tunggu Kepastian Polisi soal Terduga Pembunuh Driver Taksi Online di Jembatan Cimake Serang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Antara-banten.jpg)