Jalan Kaki Terobos Banjir di Ciruas, Bupati Serang Ratu Zakiyah Beri Bantuan Warga

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah meninjau warga yang terdampak banjir di perumahan bumi ciruas permai (BCP 2), Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas

Tayang:
TribunBanten.com/Muhammad Uqel Assathir
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah meninjau langsung warga terdampak banjir di perumahan BCP 2 Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa, (13/1/2026). 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah meninjau warga yang terdampak banjir di perumahan bumi ciruas permai (BCP 2), Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

Ratu Rachmatuzakiyah tampak terlihat berjalan kaki tanpa sepatu booth menerobos banjir melebur bersama masyarakat.

Ia mengatakan, hal itu dilakukannya sebagai bentuk tenggang rasa dan keprihatinannya terhadap warg yang terdampak banjir.

"Saya turun langsung untuk memastikan bahwa warga terdampak banjir di evakuasi ke tempat lebih aman dan bantuan logistik telah tersedia," kata Ratu Zakiyah kepada TribunBanten.com, Selasa, (13/1/2026).

Dikatakan Ratu Zakiyah, banjir yang melanda perumahan BCP 2 Ciruas kerap terjadi setiap memasuki musim penghujan.

"Namun hari ini adalah banjir paling tinggi, bahkan ada yang sampai ada ketinggiannya hampir kurang lebih 1,5 meter," ujarnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini, Rabu 14 Januari 2026: Serang, Cilegon, Tangerang, Lebak-Pandeglang

Ratu Zakiyah mengatakan, ada 900 KK di perumahan BCP 2 yang terdampak banjir.

"Saya turut prihatin atas kejadian banjir di wilayah kami," ucapnya.

Sebagai langkah konkret menangani permasalahan banjir, kata Ratu Zakiyah, pihaknya telah menurunkan petugas BPBD, Dinas Sosial, dan dibantu BPBD Provinsi di lokasi banjir.

"Dan kami juga sudah menurunkan tiga pompa air untuk menyedot air yang ada di wilayah BCP 2 ini," katanya.

Selanjutnya, kata Ratu Zakiyah, sebagai solusi jangka panjang mengatasi permasalahan banjir, dirinya mengusulkan agar seluruh kepala daerah duduk bersama melakukan koordinasi lintas daerah.

"Karena wilayah Provinsi Banten ini hampir sebagian besar dilanda banjir, jadi saya rasa kita harus duduk bersama dengan kepala daerah yang lain bersama Pak Gubernur tentunya supaya mengatasi banjir ini tidak secara parsial," ujarnya.

"Misalnya saya sudah melakukan normalisasi sungai di Ranca Sanggal, Padarincang, tapi di titik lain banjir, berarti kan tidak bisa parsial harus ada keterlibatan kepala daerah lain," imbuhnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved