Nelayan Hilang di Laut Lontar Serang Ditemukan Meninggal, Tersangkut di Jala Ikan
Sebelumnya, Andi dikabarkan hilang saat melaut di perairan laut lontar saat memasang jala penangkap ikan pada Jum'at, (16/1/2026) kemarin
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Wawan Perdana
Ringkasan Berita:
- Seorang nelayan muda bernama Andi (26), warga Desa Lontar, Kabupaten Serang, ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (17/1/2026) setelah sempat dinyatakan hilang saat melaut.
- Berdasarkan keterangan warga, Andi dikenal sebagai nelayan muda yang gigih dan penuh semangat dalam bekerja demi menafkahi istri dan anaknya.
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Seorang nelayan asal Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, bernama Andi, (26 tahun) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Sabtu, (17/1/2026).
Sebelumnya, Andi dikabarkan hilang saat melaut di perairan laut lontar saat memasang jala penangkap ikan pada Jum'at, (16/1/2026) kemarin.
Saat itu, korban terjatuh dari perahu yang digunakannya akibat diterjang ombak besar laut lontar.
Kemudian, korban baru ditemukan oleh nelayan lain pada hari ini, sekira pukul 06.00 WIB.
"Alhamdulillah korban sudah ditemukan pagi tadi, tersangkut di jala atau alat penangkap ikan milik nelayan lain," kata Rizal warga setempat, kepada TribunBanten.com, Sabtu, (17/1/2026).
Dikatakan Rizal, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh nelayan lain dan langsung di evakuasi ke daratan menggunakan perahu.
"Pertama kali ditemukan oleh nelayan lain, itu langsung di bawa ke daratan," katanya.
Saat ini, kata Andi, jenazah korban telah di bawa ke rumah duka untuk dikebumikan di tempat pemakaman umum desa setempat.
"Langsung dimakamkan, udah di rumah keluarganya," ucapnya.
Rizal bilang, korban merupakan sosok nelayan muda di antara para nelayan lainnya.
"Korban ini masih muda, punya semangat tinggi dalam melaut, untuk menafkahi anak dan istrinya," pungkasnya.
Baca juga: SUDAH DIBUKA! Ini Link Pendaftran Program Mudik Gratis 2026 Pemprov Banten, Cek Syarat dan Rute
Kronologi
Ahmad Safe'i, warga desa setempat, menuturkan korban pertama kali melaut bersama adik kandungnya sekitar pukul 09.00 WIB menggunakan perahu berukuran kecil.
Saat itu, kata dia, kondisi cuaca sedang mendung disertai angin kencang sehingga gelombang ombak cukup tinggi.
"Awalnya korban melaut mencari kepiting menggunakan jaring penangkapan. Namun ombak sedang besar, kemungkinan perahu yang digunakan diterjang ombak hingga korban terjatuh," kata Safe'i kepada TribunBanten.com, Jumat (16/1/2026).
Kemudian, lanjut Safe'i, akibat kondisi ombak laut yang sedang tinggi, korban terombang-ambing dan dinyatakan hilang.
| Pendidikan Madrasah di Tirtayasa Serang Sepi Peminat, Yayasan hingga Tokoh Masyarakat Turun Tangan |
|
|---|
| BPR Serang Buka Pendaftaran Dua Komisaris Independen, Seleksi Lewat Empat Tahapan hingga Uji OJK |
|
|---|
| Razia Pekat di Cikande Serang, Polisi Sita Miras dari Depot Herbal hingga Penjual Keliling |
|
|---|
| Dinkes Serang Tingkatkan Pelayanan Pembinaan dan Pemetaan Sarpras Alkes Puskesmas, Pustu, dan Labkes |
|
|---|
| Jelang Iduladha 2026, DKPP Kabupaten Serang Turun ke Lapak Hewan Kurban, Pastikan Bebas PMK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Kapal-Nelayan-Lontar-Serang.jpg)