Libur Lebaran : Bocah 11 Tahun Tersengat Ikan Lepu Beracun di Pulau Tunda Serang, Begini Kondisinya
Nasib memilukan dialami keluarga M. Hamzah, warga Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Nasib memilukan dialami keluarga M. Hamzah, warga Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.
Anaknya berusia 11 tahun, yang seharusnya menikmati momen bermain saat liburan Lebaran, justru harus menahan rasa sakit akibat sengatan ikan beracun jenis lepu (stonefish) tanpa penanganan medis yang memadai.
Ikan lepu adalah ikan laut predator dengan duri punggung, dubur, dan dada yang mengandung racun neurotoksin berbahaya, terutama ditemukan di terumbu karang.
Sengatannya menyebabkan nyeri hebat, pusing, bengkak, bahkan fatal, sehingga memerlukan penanganan medis segera.
Peristiwa tersebut terjadi pada momen libur lebaran, Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di Pantai Pulau Tunda.
Saat itu, anak Hamzah sedang berenang bersama adiknya.
Namun, suasana kebahagiaan mendadak berubah menjadi kepanikan ketika ia tersengat ikan beracun jenis lepo di bagian kaki.
“Awalnya hanya bermain seperti biasa, tapi setelah satu jam, anak saya tiba-tiba kesakitan. Kakinya langsung bengkak karena kena duri ikan beracun,” ungkap Hamzah saat dihubungi.
Baca juga: 5 Rekomendasi Warung Bakso Enak di Kota Serang, Cocok untuk Kulineran saat Lebaran
Ironisnya, dalam kondisi darurat tersebut, tidak ada satu pun tenaga medis yang dapat memberikan pertolongan.
Fasilitas kesehatan yang tersedia di Pulau Tunda juga tidak diisi petugas saat dibutuhkan.
“Di puskesmas pembantu pulau tunda tidak ada bidan, tidak ada mantri. Padahal seharusnya mereka siaga untuk kondisi seperti ini,” katanya.
“Sepertinya medis libur lebaran. Pulang kerumahnya di luar biasa pulau,” tambah Hamzah.
Tanpa pilihan lain, Hamzah terpaksa mengandalkan pengobatan tradisional untuk meredakan rasa sakit anaknya.
Kondisi ini kembali menyoroti minimnya layanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Hamzah menilai, absennya tenaga kesehatan bukan sekadar kelalaian, melainkan persoalan serius yang terus berulang dan berdampak langsung pada keselamatan warga.
| Bupati Serang Menaikkan 50 Persen Insentif 7.355 Guru Madrasah dan 8.686 Guru Ngaji |
|
|---|
| Kafe Penjual Miras di Kota Serang Disegel, DPMPTSP: Pegawai Berbelit Saat Diminta Dokumen Izin |
|
|---|
| Rumah Mantan Pasutri di Serang Dihancurkan Pakai Excavator Usai Cerai, Hasil Kesepakatan Bersama |
|
|---|
| Wakil Wali Kota Serang Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Peluang Usaha: Bisa Menjadi Emas Jika Diolah |
|
|---|
| Ketua DPRD Kota Serang Geruduk THM, Muji Rohman: Kita Segel Malam Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/sengat-ikan-pulau-tunda.jpg)