Cerita Pemulung di Serang, Bertahan Hidup dari Tumpukan Sampah, Pernah Temukan Dolar dan Emas Perak

Di balik tumpukan sampah dan limbah pabrik di kawasan belakang pabrik Indah Kiat, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, tersimpan kisah perjuangan

TribunBanten.com/Muhammad Uqel Assathir
TUMPUKAN SAMPAH - Tampak ratusan warga di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang tengah bersiap menyortir barang bekas dari limbah pabrik, Senin, (20/4/2026). 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Di balik tumpukan sampah dan limbah pabrik di kawasan belakang pabrik Indah Kiat, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, tersimpan kisah perjuangan warga yang menggantungkan hidup dari barang bekas. 

Tak sekadar plastik atau logam rongsokan, sebagian dari mereka mengaku pernah menemukan harta karun berupa dolar hingga emas.

Kusaeri, salah satu warga Kecamatan Kragilan, mengaku telah menekuni aktivitas mencari barang bekas sejak awal 1990-an. 

Setiap hari, ia menyusuri tumpukan sampah yang berasal dari limbah lokal maupun impor.

"Sudah lama, dari tahun 1990-an saya cari barang bekas di sini. Kadang kalau beruntung bisa dapat dolar, selain itu biasanya dapat perak kecil-kecil," ujar Kusaeri, Senin, (20/4/2026).

Baca juga: Guru Silat Pelaku Asusila di Serang Dijerat Pasal Berlapis, Sang Istri Ikut Terancam 5 Tahun Penjara

Menurutnya, barang-barang yang ditemukan tidak langsung dijual. Ia terlebih dahulu mengumpulkannya hingga jumlahnya cukup banyak.

Namun, jika hasilnya lumayan dalam sehari, ia memilih langsung menjualnya.

"Biasanya dikumpulkan dulu, tapi kalau lagi banyak bisa langsung dijual. Saya biasa jual ke Serang, tapi di sini juga ada pengepul," katanya.

Meski demikian, penghasilan dari aktivitas tersebut tidak menentu. Kusaeri mengaku kerap mengalami pasang surut pendapatan, bahkan terkadang tidak mendapatkan apa pun.

"Pendapatan tidak bisa dipastikan, kadang banyak, kadang sedikit, bahkan bisa zonk. Jadi susah diprediksi. Tapi untuk makan sehari-hari, Alhamdulillah cukup," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Siti Markonah, warga Desa Tegal Maja, Kecamatan Kragilan. Ia telah menekuni pekerjaan serupa sejak 1997.

"Kalau saya dari tahun 1997 sudah di sini. Mencari barang bekas ini memang untung-untungan. Saya pernah dapat emas juga," ujarnya.

Siti biasanya menjual hasil temuannya langsung kepada penampung yang berada di sekitar lokasi.

Ia memiliki jadwal rutin dalam menjalankan aktivitasnya setiap hari.

"Saya biasanya keluar dari rumah pukul 13.00 WIB sampai 15.30 WIB, nanti berangkat lagi pukul 16.30 WIB sampai habis Maghrib baru pulang," jelasnya.

Meski penuh ketidakpastian, aktivitas mencari barang bekas ini tetap menjadi tumpuan hidup bagi sebagian warga di sekitar kawasan tersebut.

Harapan akan temuan bernilai tinggi menjadi alasan mereka terus bertahan di tengah tumpukan sampah.
 

 
 
 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved