Emak-emak di Mancak Serang Bakal Punya Pabrik Protein di Rumah, Kini Tak Perlu Pusing Belanja Dapur

Nasib kemandirian pangan di Kabupaten Serang kini ada di tangan para perempuan.

Tayang:
TribunBanten.com/Muhammad Uqel Assathir
BUDIDAYA IKAN - Jajaran Dinas Perikanan saat memberikan bantuan benih ikan dan sayuran di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Senin (4/5/2026). 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Nasib kemandirian pangan di Kabupaten Serang kini ada di tangan para perempuan. 

Lewat program inovatif bernama Gapudakan (Gerakan Perempuan untuk Budidaya Ikan), Dinas Perikanan Kabupaten Serang tengah menyulap halaman rumah warga menjadi sumber pangan bergizi.

Dua desa di Kecamatan Mancak, yakni Desa Cikedung dan Desa Sangiang terpilih menjadi lokasi percontohan sistem budidaya akuaponik yang diprediksi bakal menjadi tren baru bagi ibu-ibu PKK.

Budidaya akuaponik adalah sistem pertanian berkelanjutan yang menggabungkan akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah) dalam satu ekosistem simbiosis.

Analis Akuakultur Ahli Muda Dinas Perikanan Kabupaten Serang, Nur Amalia, membeberkan rahasia di balik program ini.

Kecamatan Mancak masuk dalam Kawasan Prioritas Pedesaan (KPP) yang mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tancap gas menghadirkan program unggulan.

"Program Dinas Perikanan di Kecamatan Mancak tidak hanya di Cikedung, tetapi juga di Ciwarna dan Sangiang. Untuk budidaya, kami menyelenggarakan pelatihan, bantuan sarana prasarana, hingga pendampingan administrasi," ungkap Amalia kepada wartawan, Senin (4/5/2026).

Baca juga: Sopir Ambulans Desa di Serang Ngadu ke Bupati, Sudah Bertugas Sejak 2019 Tapi Belum Dapat BPJS

Berkat program ini, Emak-emak di Mancak kini tak perlu pusing belanja dapur. 

Pasalnya, dengan sistem akuaponik ini, warga bisa memelihara ikan lele atau nila di kolam bawah, sementara di bagian atasnya bisa ditanami sayuran segar seperti pokcoy, kangkung, atau sawi.

Amalia menjelaskan bahwa unit percontohan ini baru saja terealisasi pekan lalu. Saat ini, kolam sudah terpasang rapi dan tinggal menunggu jadwal penebaran benih.

Bukan sekadar hobi, sasaran utama Gapudakan adalah memberdayakan perempuan desa agar memiliki sumber protein sendiri di rumah.

"Tujuannya untuk peningkatan kemandirian pangan, membantu penanganan stunting, dan membuka peluang tambahan pendapatan bagi ibu-ibu," terang Amalia dengan optimistis.

Tak main-main, Dinas Perikanan Kabupaten Serang bermimpi besar. Jika awalnya hanya ada dua unit percontohan, ke depannya diharapkan bakal menjamur menjadi lima, sepuluh, hingga seribu unit kolam rumah tangga.

"Harapannya tiap rumah tangga perempuan memiliki kolam dengan ikan dan sayuran di halaman mereka," pungkasnya.

Pihaknya pun berharap dukungan anggaran terus mengalir setiap tahunnya agar program tersebut bisa dirasakan manfaatnya secara luas oleh seluruh masyarakat Kabupaten Serang.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved