Demo di Serang Banten

Mahasiswa Desak Polresta Serang Kota Lindungi Massa Aksi, Bukan Lakukan Tindak Kekerasan

Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten,mendesak Polresta Serang Kota melindungi massa aksi

|
TribunBanten.com/Muhammad Uqel
DEMO - Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Mualifur Rizqi Rajaby mengatakan, bahwa pihaknya meminta mendesak Polresta Serang Kota agar dapat melindungi massa aksi ketika demonstrasi berlangsung. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Mualifur Rizqi Rajaby mengatakan, bahwa pihaknya meminta mendesak Polresta Serang Kota agar dapat melindungi massa aksi ketika demonstrasi berlangsung.

"Ketika ada demonstrasi jangan dianggap ancaman, sehingga Polisi yang seharusnya melindungi justru malah melakukan tindakan kekerasan, kita berharap agar Polresta Serang Kota bisa betul-betul melindungi," kata Rizqi kepada TribunBanten.com, Sabtu, (30/8/2025).

Dikatakan Rizqi, gelombang aksi di berbagai daerah bermunculan termasuk di Kota Serang, Banten.

Baca juga: Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Polresta Serang Kota, Desak Lakukan Reformasi Buntut Brimob Lindas Ojol

Hal itu terjadi, kata Rizqi, adanya insiden tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian setiap kali aksi demonstrasi.

"Maka tujuan aksi hari ini menindaklanjuti dan mengawal atas tindakan refresifitas aparatur negara Polisi untuk mengusut tuntas kalau bisa ditindak secara pidana dan juga setimpal sesuai dengan yang dirasakan masyarakat," kata Rizqi saat aksi demonstrasi di depan Polresta Serang Kota.

Rizqi menegaskan, aksi demonstrasi yang datang dari kelompok mahasiswa dan entitas masyarakat merupakan bentuk kekecewaannya terhadap negara.

Maka, kata Dia, pihak kepolisian harus bisa melindungi dan mengayomi massa aksi bukan malah membunuh.

"Kita sebagai mahasiswa ingin menyuarakan terhadap masyarakat agar percaya kembali bagaimana kita bisa menstabilkan terhadap undang-undang dan keselamatan dan kesehatan masyarakat," pungkasnya.

Baca juga: Gelombang Aksi Massa di Serang-Banten Hari Ini, Ada 4 Titik, Berikut Lokasinya 

Pantauan Jurnalis Tribunnews Banten di lokasi, terlihat mahasiswa melakukan longmarch dari depan kampus 1 UIN SMH Banten ciceri menuju Polresta Serang Kota.

Salah satu mahasiswa dalam orasinya menyampaikan, bahwa aksi tersebut merupakan respons atas insiden Mobil Rantis Brimob yang melindas seorang driver ojek online saat aksi besar-besaran di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

"Kami menuntut agar pihak kepolisian melakukan reformasi di tubuh kepolisian atas terjadinya insiden kekerasan bahkan sampai merenggang nyawa," ujarnya dalam orasinya.

Selain itu, sebagai mahasiswa akan terus mengawal segala bentuk regresif yang dilakukan anggota kepolisian.

"Kami tidak tinggal diam, akan terus mengawal, bahkan kami menuntut agar anggota yang kedapatan melakukan kekerasan ditindak tegas," ucapnya.

Kemudian, mahasiswa juga menyebut Polisi tidak becus dalam bekerja, slogan presisi hanya sebatas teks tanpa praktik nyata yang dilakukan oleh Polisi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved