2.837 Warga Kota Serang Terkena TBC, Dinkes Ingatkan Disiplin Minum Obat

Dinkes Kota Serang mencatat sebanyak 2.837 warga terdiagnosis positif Tuberkulosis (TBC) selama periode Januari hingga September 2025.

Tayang:
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/M. Rifky
Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanuddin. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mencatat sebanyak 2.837 warga terdiagnosis positif Tuberkulosis (TBC) selama periode Januari hingga September 2025.

Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 1.681 pasien masih menjalani proses pengobatan intensif yang memerlukan waktu sekitar enam bulan.

Pasien TBC yang tercatat berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Baca juga: Gencar Kegiatan Basis Kewilayahan, Dinas Kesehatan Targetkan Tangsel Bebas TBC pada 2030

“Jumlah TBC yang dinyatakan sembuh itu ada 385 orang,” katanya, Senin (29/9/2025).

Lebih lanjut, Hasan menyampaikan bahwa jumlah warga yang terduga mengidap TBC mencapai 15.459 orang, namun statusnya masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan lanjutan.

‎‎“Jadi itu kan harus dikejar, apakah dugaan itu benar atau tidak,” ujarnya.‎‎

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyembuhan TBC sangat bergantung pada kedisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat secara rutin tanpa terputus. 

Dalam hal ini, keberadaan Pengawas Minum Obat (PMO) dinilai sangat penting untuk memastikan pasien patuh selama masa pengobatan.

“Berobat TBC itu lama, kurang lebih enam bulan. Jangan sampai bosan, kemudian berhenti minum obat, itu yang kami khawatirkan,” jelas Hasan.‎‎

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memberikan layanan pengobatan TBC secara gratis, mulai dari tahap diagnosis hingga penyediaan obat selama enam bulan, yang bisa diakses di seluruh puskesmas.

Baca juga: Musim Penghujan Tiba, Dinkes Kota Serang Minta Warga Terapkan PSN untuk Cegah DBD

‎‎“Walaupun sampai enam bulan, obatnya gratis. Silahkan datang ke puskesmas,” ungkap Hasan.‎‎

Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Serta memanfaatkan layanan imunisasi TBC gratis di puskesmas sebagai langkah pencegahan sejak dini," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved