DBD Mengintai Warga Kasemen Kota Serang, 10 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Lonjakan kasus DBD terjadi di Warung Jaud, Kota Serang, dalam dua pekan terakhir. Warga berharap adanya fogging dan penanganan cepat.
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Warga Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dilanda kekhawatiran menyusul lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam dua pekan terakhir.
Sedikitnya hampir 10 warga dari berbagai kelompok usia dilaporkan terserang penyakit tersebut dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Kasus DBD di Kampung Jerakah ini diduga dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa minggu terakhir.
Baca juga: Meski Banjir Sudah Surut, Kota Serang Masih Status Siaga Darurat Bencana
Kondisi lingkungan yang lembap dinilai mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Salah satu warga Kelurahan Warung Jaud, Iroh, mengungkapkan banyak korban awalnya tidak menyadari telah terjangkit DBD karena gejala yang muncul menyerupai demam biasa.
“Awalnya dikira demam biasa, tetapi setelah tiga hari panasnya tidak turun, malah semakin tinggi. Setelah dibawa ke rumah sakit, baru diketahui positif DBD,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Saat ini, sejumlah warga masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara beberapa lainnya telah dipulangkan untuk menjalani pemulihan.
Meski demikian, kekhawatiran warga belum mereda karena potensi penularan dinilai masih tinggi.
Warga setempat mengaku kecewa terhadap respons pemerintah setempat. Meskipun kasus DBD telah dilaporkan ke puskesmas, langkah penanganan yang dilakukan dinilai belum optimal.
Iroh menyebutkan pihak terkait baru sebatas membagikan bubuk abate kepada warga untuk ditaburkan ke tempat penampungan air.
Hingga kini, belum terlihat adanya tindakan lanjutan seperti pengasapan (fogging) atau pemeriksaan jentik nyamuk secara menyeluruh di lingkungan permukiman.
“Kami sudah lapor, tetapi hanya diberi bubuk abate. Padahal korbannya sudah banyak, hampir 10 orang. Kami berharap pemerintah segera turun tangan melakukan tindakan nyata sebelum korban bertambah,” tegas Iroh.
Sebagai wilayah yang kerap menjadi langganan DBD saat musim hujan, warga berharap adanya langkah cepat dan konkret dari pemerintah daerah.
Mereka khawatir tanpa penanganan serius, jumlah penderita akan terus bertambah di tengah tingginya intensitas hujan di Kota Serang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kota Serang maupun puskesmas setempat belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan merebaknya kasus DBD di Kelurahan Warung Jaud.
| Tak Ada Juknis dari Bapenda Banten, Penagihan Pajak Kendaraan Door to Door di Kota Serang Mandek |
|
|---|
| Program Sekolah Gratis di Banten Diperluas hingga Madrasah Aliyah, Begini Kata Andra Soni |
|
|---|
| Diduga Tercemar Limbah, DLH Ambil Sampel Air Sungai di Terminal Pakupatan Kota Serang |
|
|---|
| Dua ASN Pemkot Serang Pindah ke Kemenhaj, Satu Gugur Tahap Awal |
|
|---|
| Aliran Sungai Terminal Pakupatan Kota Serang Bau Menyengat, Warga Curiga Tercemar Limbah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-digigit-nyamuk-penyebab-dbd.jpg)