Pelaku Pembegalan Repan Belum Terungkap, Kunjungan Polisi ke Baduy Terancam Ditolak
Warga Baduy kecewa karena pelaku pembegalan Repan belum terungkap. Kunjungan polisi ke wilayah Baduy terancam ditolak.
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Warga adat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, akan mengabaikan kunjungan pihak kepolisian ke wilayah Baduy.
Pernyataan itu muncul lantaran warga Baduy kecewa pihak kepolisian hingga kini belum menemukan pelaku pembegalan Repan, warga Baduy, di Jakarta.
Demikian disampaikan langsung oleh Kepala Desa (Kades) Kanekes, Jaro Oom.
Baca juga: TERUNGKAP! Warga Baduy Korban Begal di Jakarta, Ternyata Cucu Puun Cikeusik
Sebagaimana diketahui, Repan dibegal di Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan Pramuka Rawasari, pada saat berjualan madu keliling.
"Jika kasus ini tidak terungkap, dan tidak ada informasi pelakunya tertangkap, pihak adat kemungkinan mengabaikan jika ada kunjungan dari kepolisian ke Baduy. Baduy seperti itu. Pasti akan diabaikan. Maka kecewa seperti itu," ujarnya, Sabtu (20/11/2025) sore.
Oom mengungkapkan, sudah satu minggu terakhir dirinya tidak mendapatkan kabar dari Polsek maupun Polres Jakarta Pusat terkait perkembangan kasus pembegalan Repan.
"Sementara ini tidak ada kabar perkembangan sama sekali. Bahkan hampir seminggu ini tidak ada kabar lagi. Seolah-olah tidak ada tindak lanjut," ungkapnya.
Menurut Oom, pihak kepolisian sebenarnya memiliki kemampuan untuk menelusuri pelaku, mengingat barang yang dirampas tidak hanya uang tetapi juga telepon genggam.
"Polisi kan punya alat untuk mendeteksi komunikasi dari handphone. Harusnya bisa ditelusuri keberadaan pelaku," ujarnya.
Lanjut Oom menjelaskan, berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, polisi mengaku kesulitan menemukan pelaku dikarenakan tidak adanya saksi mata maupun rekaman CCTV di lokasi kejadian.
"Menurut keterangan kepolisian, tidak ada saksi mata. CCTV juga tidak menangkap apa pun. Bahkan sketsa wajah pelaku katanya nihil karena korban tidak dapat mengingat wajah para pelaku," jelasnya.
Tak hanya itu, tambah Oom, pihaknya juga akan melakukan audiensi ke Polda Banten untuk meminta kejelasan terkait perkembangan kasus Repan.
"Kami rencananya hari Selasa mau audiensi ke Polda Banten untuk minta bantuan ditembuskan ke Polda Metro. Masalahnya kan kasus si Repan belum ditangani oleh Metro, baru ditangani sama Polres," katanya.
Oom berharap pelaku pembegalan Repan di Jakarta dapat diusut tuntas.
"Karena kami masih menaruh harapan, pelaku pembegalan Repan bisa ditangkap," pungkasnya.
| Kuota Terbatas, Promo Naik DAMRI Rp1 Bayar Pakai QRIS ke Desa Wisata Baduy, Catat Tanggalnya! |
|
|---|
| Seba Baduy 2026 Dongkrak Ekonomi Lebak, Perputaran Uang Capai Rp400 Juta |
|
|---|
| Disbudpar Lebak Sambut Layanan QRISTAP Tarif Rp1 Serang-Ciboleger, Wisata Baduy Diprediksi Meningkat |
|
|---|
| Seba Baduy 2026 di Lebak Sukses Digelar, Disbudpar Klaim Dihadiri 41 Ribu Pengunjung |
|
|---|
| Akademisi Universitas Leiden Soroti Ancaman Wisata dan Modernisasi Suku Adat Baduy di Lebak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pakaian-baduy-luar-seba-baduy.jpg)