Sindir Gubernur Banten, Emak-Emak di Cimarga Tanam Padi dan Pisang di Jalan Rusak
Warga Kampung Parung, Desa Intenjaya, Kecamatan Cimarga, Lebak, menggelar aksi protes dengan menanam padi dan pohon pisang di jalan rusak
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Ringkasan Berita:
- Puluhan warga menanam padi dan pohon pisang di jalan penghubung Desa Intenjaya-Desa Cikulur sebagai bentuk kekecewaan karena jalan rusak parah dan belum diperbaiki hampir lima tahun.
- Jalan tersebut merupakan jalur utama warga untuk ke sekolah, pasar, puskesmas, dan aktivitas pertanian, namun kini berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan.
- Warga meminta realisasi janji Gubernur Banten Andra Soni yang sebelumnya menyebut perbaikan jalan akan dilakukan pada 2026.
Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Puluhan warga Kampung Parung, Desa Intenjaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten menggelar aksi protes di lokasi jalan rusak, Jumat (13/2/2026).
Jalan tersebut merupakan akses penghubung antara Desa Intenjaya dan Desa Cikulur, Kecamatan Cikulur.
Pantauan jurnalis TribunBanten.com di lokasi, puluhan warga berkumpul di ruas jalan yang rusak. Mereka melakukan aksi dengan menanam padi dan pohon pisang di badan jalan sebagai bentuk protes.
Mayoritas warga yang hadir adalah ibu-ibu sambil membawa anak-anak mereka.
Kondisi jalan yang diprotes berada di tengah area persawahan. Jalan itu sudah tidak tampak seperti jalan pada umumnya karena hampir seluruh permukaannya dipenuhi lumpur hitam yang cukup dalam.
Baca juga: Maki Pedemo Jalan Rusak, Anggota DPRD Banten Musa Weliansyah Diadukan ke BK
Jarak dari Alun-alun Rangkasbitung menuju Desa Intenjaya sekitar 11,3 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit.
Ketua RW 1 Kampung Parung, Sartani, mengatakan aksi protes dilakukan karena jalan tersebut hampir lima tahun tidak mendapat perbaikan dari pemerintah.
“Motivasi kami karena jalan ini rusak parah dan dibiarkan. Makanya warga turun ke sini untuk protes,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia juga menagih janji Gubernur Banten, Andra Soni, yang berencana membangun jalan tersebut melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Menurutnya, janji tersebut disampaikan saat kunjungan Gubernur ke Desa Karyajaya.
“Bapak Andra Soni yang terhormat, Gubernur Banten, sesuai dengan janji waktu di Karyajaya, jalan ini akan dibangun pada 2026. Tolong kami dibantu dan dibangun akses jalan ini,” katanya.
Ia juga meminta Jaro Odong menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Gubernur Banten.
Sartani menegaskan, jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga untuk beraktivitas, baik menuju sekolah, pasar, puskesmas, maupun ke lahan pertanian.
“Lewat sini semua. Kami mohon kepada Pak Gubernur agar segera dibangun karena itu janji Bapak,” ujarnya.
Sementara itu, seorang warga, Elin, berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut.
“Harapannya segera dibangun, kasihan anak-anak sekolah. Mereka berangkat rapi, pulang sudah kotor,” ucapnya.
Ia menambahkan, banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh saat melintas akibat kondisi jalan yang rusak.
“Banyak. Kemarin juga tukang sayur jatuh di sini,” katanya.
| Momen 1.552 Warga Suku Baduy Menghadap "Bapak Gede" Gubernur Banten dan Serahkan Hasil Bumi |
|
|---|
| Di Acara Seba Baduy 2026, Gubernur Banten Dihadiahi Sorban oleh Dubes Palestina untuk Indonesia |
|
|---|
| Pesan Warga Suku Baduy untuk Bupati Lebak: Jaga Sungai dan Jangan Korupsi |
|
|---|
| Detik-detik Gubernur Andra Soni Buka Pintu Gedung Negara untuk 1.552 Warga Baduy |
|
|---|
| Agenda Gubernur Banten Andra Soni Hari Ini 25 April 2026 Harlah Muslimat NU hingga Puncak Seba Baduy |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/PROTEK-JALAN-RUSAK-Puluhan-warga-Kampung-Parung.jpg)