Saham
Tiga Saham yang Lagi Diskon per Hari Ini Februari 2026, Fundamental Bagus
Tiga saham yang lagi diskon pada Februari 2026 menarik dicermati investor, yakni AUTO, CTRA, dan SMRA. Simak analisis harga terkini.
TRIBUNBANTEN.COM - Pergerakan pasar saham pada pertengahan Februari 2026 membuka peluang menarik bagi investor yang sedang berburu saham berfundamental kuat dengan harga yang sedang terkoreksi.
Sejumlah emiten big cap sektor otomotif dan properti terpantau mengalami pelemahan harga, meski kinerja keuangannya masih solid.
Berdasarkan data terbaru, saham Astra Otoparts Tbk (AUTO), Ciputra Development Tbk (CTRA), dan Summarecon Agung Tbk (SMRA) menjadi tiga emiten yang saat ini terlihat “diskon” secara valuasi namun tetap didukung fundamental yang stabil.
Baca juga: Apa Itu Saham Gorengan? Ini Penjelasan Analis Saat MSCI Warning Pasar Indonesia
AUTO Masih Murah, Valuasi Rendah dan Dividen Rutin
Saham AUTO saat ini berada di kisaran Rp2.660. Secara valuasi, emiten ini tergolong murah dengan:
PER sekitar 6-7 kali
PBV di bawah 1 kali
ROE di atas 14 persen
Dari sisi kinerja, AUTO membukukan pertumbuhan laba bersih yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Margin keuntungan juga terjaga, tercermin dari net profit margin dua digit.
Selain itu, AUTO dikenal sebagai saham yang rutin membagikan dividen dengan dividend yield sekitar 6–7 % , menjadikannya menarik untuk investor yang mencari kombinasi antara capital gain dan passive income.
Secara neraca keuangan, posisi kas masih kuat dan tingkat utang relatif rendah, menandakan kondisi fundamental yang sehat.
CTRA Stabil, Sektor Properti Mulai Pulih
Saham CTRA diperdagangkan di level sekitar Rp830. Kinerja perusahaan menunjukkan tren pertumbuhan yang solid, terutama dari sisi:
Pendapatan dan laba bersih yang meningkat
ROE di kisaran belasan persen
DER yang rendah
Valuasi CTRA juga masih tergolong menarik dengan PER satu digit menuju belasan awal dan PBV sekitar 1 kali.
Pra-penjualan (marketing sales) yang tetap tinggi menjadi katalis positif bagi kinerja ke depan, seiring dengan potensi penurunan suku bunga yang dapat mendorong sektor properti.
SMRA Terkoreksi, Fundamental Tetap Kuat
Saham SMRA saat ini berada di level sekitar Rp398 setelah mengalami koreksi. Namun secara fundamental, kinerja emiten ini masih menunjukkan stabilitas.
Beberapa indikator penting SMRA antara lain:
Gross profit margin dan operating margin yang solid
ROE sekitar 10-12 %
Valuasi PBV di bawah 1 kali
Pendapatan berulang (recurring income) dari mall, sewa properti, dan pengelolaan kawasan menjadi penopang utama kinerja SMRA, sehingga memberikan stabilitas di tengah siklus properti.
Diskon Karena Sentimen, Bukan Fundamental
Koreksi harga pada ketiga saham ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar dan profit taking jangka pendek, bukan karena penurunan kinerja.
Dengan fundamental yang masih kuat, valuasi murah, serta prospek sektor yang berpotensi membaik, AUTO, CTRA, dan SMRA menjadi saham yang menarik untuk masuk ke dalam watchlist investor.
Cocok untuk Investor Jangka Menengah - Panjang
Bagi investor dengan horizon investasi jangka menengah hingga panjang, momentum koreksi ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi bertahap.
Namun demikian, investor tetap disarankan memperhatikan kondisi market secara keseluruhan, manajemen risiko, serta strategi pembelian agar tidak terjebak dalam volatilitas jangka pendek.
| ASPR Lepas Suspensi, Siap Diperdagangkan per 15 April 2026 |
|
|---|
| Dipengaruhi Harga Komoditas, Begini Prospek Saham Emiten Migas: MEDC, ENRG dan AMMN |
|
|---|
| Prediksi IHSG Senin, 23 Februari 2026: Berpotensi Rebound ke 8.503 |
|
|---|
| Ada Keterlibatan Eks Pegawai Bursa Efek Indonesia di Kasus Dugaan Saham Gorengan PIPA |
|
|---|
| Praktik Saham Gorengan Diusut, Bareskrim Buka Peluang Jerat Pidana Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-saham.jpg)