Perbedaan dan Bacaan Doa Qunut Subuh, Qunut Witir, dan Qunut Nazilah: Teks Arab, Latin dan Artinya

Bacaan Doa Qunut Subuh, Qunut Witir, dan Qunut Nazilah lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya. Simak juga pengertian qunut hingga perbedaan

Editor: Abdul Rosid
Tribunnews.com
Bacaan Doa Qunut Subuh, Qunut Witir, dan Qunut Nazilah lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya. Simak juga pengertian qunut hingga perbedaan 

TRIBUNBANTEN.COM - Bacaan Doa Qunut Subuh, Qunut Witir, dan Qunut Nazilah kerap dicari umat Muslim, terutama saat Ramadan dan ketika menghadapi situasi sulit.

Doa qunut menjadi bagian penting dalam sejumlah salat karena mengandung permohonan petunjuk, perlindungan, dan keberkahan dari Allah SWT.

Secara etimologi, kata Qunut (bahasa Arab: الْقُنُوْتُ‎) memiliki beberapa makna, di antaranya berdiri lama, diam, taat, tunduk, doa, dan khusyuk. Secara istilah, qunut adalah doa yang dibaca seorang Muslim dalam salat pada posisi tertentu.

Secara umum, bacaan doa qunut terbagi menjadi tiga, yakni Qunut Subuh, Qunut Witir, dan Qunut Nazilah. Masing-masing memiliki waktu dan kondisi pembacaan yang berbeda.

Baca juga: Qunut Puasa 2026 Tanggal Berapa? Ini Bacaan Doa Dilantunkan Malam ke-15 Ramadan

A. Doa Qunut Witir

Doa Qunut Witir dibaca pada rakaat terakhir salat witir setelah ruku’ dan i’tidal. Sebagian ulama menganjurkannya dibaca pada pertengahan hingga 10 hari terakhir bulan Ramadan. Hukum membaca Qunut Witir adalah sunnah.

Bacaan Doa Qunut Witir

Teks Arab:

اَللّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِىْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلَا يُقْضٰى عَلَيْكَ، وَاِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Latin:

Allahummahdinii fiiman hadait. Wa ‘aafinii fiiman ‘aafait.
Wa tawallanii fiiman tawallait. Wa baarik lii fiimaa a’thait.
Wa qinii syarra maa qadhait.
Fa innaka taqdlii wa laa yuqdlaa ‘alaik.
Wa innahu laa yadzillu man waalait.
Wa laa ya’izzu man ‘aadait.
Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait.
Falakal hamdu ‘alaa maa qadhait.
Astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Washallallaahu ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin nabiyyil ummiyyi, wa ‘alaa aalihi washahbihi wasallam.

Artinya:

“Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk,
berilah aku kesehatan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan,
pimpinlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pimpin,
berkahilah aku dalam apa yang Engkau berikan, dan peliharalah aku dari keburukan takdir-Mu.
Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu.
Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi.
Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi.
Bagi-Mu segala puji atas apa yang Engkau tetapkan.
Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.
Semoga salawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.”

B. Doa Qunut Subuh

Doa Qunut Subuh dibaca pada rakaat kedua salat Subuh, tepatnya saat i’tidal setelah membaca Rabbana lakal hamdu. Di sejumlah mazhab, membaca qunut Subuh hukumnya sunnah muakkadah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved