Eks Menhan Era Presiden Jokowi, Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026).

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
Kompas.com
Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026). 

TRIBUNBANTEN.COM - Kabar duka datang dari dunia militer dan pemerintahan Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026).

Informasi meninggalnya Ryamizard Ryacudu dikonfirmasi langsung oleh Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Brigjen TNI Rico Sirait.

“Benar,” ujar Rico saat dikonfirmasi, Minggu.

Baca juga: Aturan Baru Pajak UMKM 2026, Siapa Saja yang Masih Bisa Nikmati Tarif 0,5 Persen?

Rico menjelaskan, Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada pukul 14.03 WIB.

“Kami mendapat informasi berita duka cita bahwa telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini, Minggu, 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di RSPAD,” katanya.

Profil Ryamizard Ryacudu

Ryamizard Ryacudu diketahui lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 12 April 1950. 

Ryamizard merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1974 dari kecabangan infanteri.

Purnawirawan bintang empat itu menjabat sebagai Menhan di periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dari tahun 2014-2019. 

Sebelum menjadi Menhan, jabatan terakhir Ryamizard di TNI adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang diembannya selama 3 tahun, yakni sejak 2002 hingga 2005. 

Selama mengabdi di TNI, Ryamizard diketahui banyak mengemban tugas di berbagai daerah operasi.

Ryamizard dikirim ke daerah operasi sejak awal kariernya. Mulai dari ia masih berpangkat sebagai letnan dua, hingga perwira menengah berpangkat Kolonel. 

Begitu lulus dari pendidikan, Ryamizard ditugaskan dalam Operasi Gabungan bersama TDM, Malaysia pada 1976-1982. 

Ia juga dikirim ke pedalaman Kalimantan untuk menumpas gerombolan komunis sisa-sisa Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) yang juga dikenal dengan sebutan Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak (PGRS). 

Operasi Tumpas PGRS/Paraku dijalani Ryamizard di tahun 1978.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved