3 Tahun Amblas, Jalan Penghubung 4 Desa di Pandeglang Tak Kunjung Diperbaiki
Akses jalan penghubung empat desa di Kabupaten Pandeglang amblas akibat longsor sejak tiga tahun lalu dan hingga kini belum diperbaiki.
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Akses jalan yang menghubungkan empat desa di Kabupaten Pandeglang, Banten, amblas akibat longsor.
Empat desa tersebut yakni Desa Cilabanbulan, Kecamatan Menes, Desa Ciherangjaya dan Desa Palembang di Kecamatan Cisata, serta Desa Kaduronyok.
Berdasarkan informasi yang diterima, jalan tersebut sudah amblas selama tiga tahun dan hingga kini belum diperbaiki oleh pemerintah.
Baca juga: Bupati Pandeglang Tunjuk Bagian hukum Hadiri Disidang Gugatan Tukang Ojek Korban Jalan Berlubang
Bahkan, akses jalan yang amblas tersebut kini kerap dijadikan tempat pembuangan limbah kelapa oleh warga.
Salah seorang warga sekitar, Lomri, mengatakan hampir setiap hari warga terpaksa melintasi jalan alternatif yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat.
Sebab, jalan utama yang biasa dilalui warga sudah putus dan hingga kini belum mendapatkan penanganan dari pemerintah.
"Kejadiannya tiga tahun lalu, tepatnya pada bulan Ramadhan. Sampai sekarang belum ada penanganan sama sekali. Jadi kami harus menggunakan jalan alternatif lain kalau ingin melintas," katanya dalam sambungan telepon, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, jalan alternatif yang saat ini dilalui pengendara merupakan lahan milik pribadi. Pemilik lahan tersebut secara sukarela mengorbankan sawahnya untuk dijadikan akses jalan sementara.
"Jalan alternatif itu merupakan sawah milik warga yang dijadikan jalan secara swadaya. Kami berharap pemerintah segera melakukan penanganan agar aktivitas masyarakat kembali lancar seperti biasa," ujarnya.
Terpisah, Camat Menes, Usep Sudarmana, mengaku bahwa jalan yang longsor di Desa Cilabanbulan tersebut sudah pernah diajukan perbaikannya kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Ia mengatakan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang juga sudah meninjau langsung ke lokasi.
"Setelah kejadian, laporan langsung disampaikan. Pihak DPUPR dan BPBD Pandeglang juga sudah turun ke lokasi longsor. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut," ujarnya dalam sambungan telepon.
| ASN Pandeglang Kena Tipu Investasi Bodong Rp200 Juta via Medsos, Begini Modusnya |
|
|---|
| Pulau Umang Disegel KKP Usai Viral Dijual Rp65 Miliar, Wabup Pandeglang Buka Suara |
|
|---|
| Respons Kadis Pariwisata Pandeglang Soal Pulau Umang Disegel KKP, Buntut Viral Bakal Dijual Rp65 M |
|
|---|
| Viral ASN Pandeglang Live TikTok, Anggota DPRD Miftahul Farid: ASN Bukan Influencer |
|
|---|
| KKP Segel Pulau Umang di Pandeglang Banten, Buntut Viral Dijual Rp65 Miliar Atas Nama Pribadi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Akses-jalan-penghubung-empat-desa-di-Kabupaten-P.jpg)