Program MBG 3B Dinilai Efektif Tekan Stunting di Pandeglang, Angka Prevalensi Turun Jadi 26 Persen

Keberadaan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita (3B) di wilayah Kabupaten Pandeglang, disebut berpengaruh.

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
TribunBanten.com/Misbahudin
STUNTING - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pandeglang, Gimas Rahadyan, saat ditemui di Alun-alun Pandeglang, Selasa (31/3/2026).  

Ringkasan Berita:- Program MBG untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita (3B) berpengaruh terhadap penekanan angka prevalensi stunting terhadap anak di Pandeglang.
 
- Kepala DP2KBP3A Pandeglang, Gimas Rahadyan, mengklaim, kasus stunting di Pandeglang sekarang menurun menjadi 26 persen dari yang sebelumnya 39 persen.

 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita (3B) di wilayah Kabupaten Pandeglang, disebut berpengaruh terhadap penekanan angka prevalensi stunting terhadap anak. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pandeglang, Gimas Rahadyan. 

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar usianya (kerdil).

"Sangat berpengaruh dan sangat signifikan dampaknya juga," ujarnya saat ditemui di Alun-alun Pandeglang, Selasa (31/3/2026). 

Gimas mengatakan, bahwa MBG 3B merupakan kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). 

Menurut Gimas, program MBG 3B merupakan bagian yang sangat penting terhadap pemenuhan gizi 3B. 

Baca juga: Update Terbaru Harga BBM di Banten, Per Tanggal 1 April 2026

Ia menyebut, terjadinya stunting akibat kurang gizi jangka panjang, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak janin hingga anak berusia dua tahun. 

"Jadi MBG ini hadir untuk menjembatani hal itu, ini sangat penting sekali bagi kebutuhan gizi 3B. Karena analisis BGN terhadap kebutuhan gizi sudah ada," ujarnya. 

Gimas berharap, sasaran MBG untuk 3B di wilayah Pandegalang bisa diperluas dan terus ditingkatkan. 

"Harapan kami bisa diperluas dan ditingkatkan. Supaya bisa menjangkau asupan gizi 3B, dan kita bisa menekan stunting di Pandeglang," ucapnya. 

Gimas menilai, kebijakan Presiden Prabowo Subianto terhadap program MBG sangat tepat. 

"Sangat tepat dan sangat lengkap. MBG 3B ini kan dimulai dari ibu hamil hingga ibu menyusui. Jadi dari mulai awal kehidupan, sampai dengan anak-anak sekolah juga dapat asupan gizi, " katanya. 

Gimas mengklaim, kasus stunting di Pandeglang sekarang ini menurun menjadi 26 persen dari yang sebelumnya 39 persen.

Namun, stunting yang masih menjadi perhatian DP2KBP3A berada di Kecamatan Mekarjaya. 

"Alhamdulillah kita sudah menghasilkan hasil signifikan, angkanya menurun. Cuma yang paling tinggi di Mekarjaya. Tapi penanganan stunting itu tidak menjadi lokus yah, karena sudah menjadi sebuah sasaran semuanya, dari mulai atas sampai tingkat desa," pungkasnya. 

 

 

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved