Penc

Polres Pandeglang Dalami Dugaan Pencabulan Oknum DPRD Kota Serang, Empat Saksi Sudah Diperiksa

Unit PPA Satreskrim Polres Pandeglang terus mendalami dugaan kasus pencabulan yang menyeret oknum anggota DPRD Kota Serang inisial DK.

Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com
ILUSTRASI - Unit PPA Satreskrim Polres Pandeglang terus mendalami dugaan kasus pencabulan yang menyeret oknum anggota DPRD Kota Serang inisial DK. 

TRIBUNBANTEN.COM - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pandeglang terus mendalami dugaan kasus pencabulan yang menyeret oknum anggota DPRD Kota Serang inisial DK.

Hingga saat ini, polisi masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi untuk mengungkap kasus tersebut.

"Masih pemeriksaan saksi," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Pandeglang, IPDA Widianto, Kamis (2/4/2026).

Widianto mengungkapkan, total sudah ada empat saksi yang diperiksa, termasuk korban berinisial NW (40), warga Kabupaten Pandeglang.

Baca juga: Anggota DPRD Kota Serang Fraksi PKB Diduga Lecehkan Wanita Asal Pandeglang

Selain itu, pihak kepolisian juga berencana memanggil kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk dimintai keterangan dalam waktu dekat.

"Kedepannya kepala SPPG, mau dipanggil," ucapnya.

Meski begitu, polisi hingga kini belum melakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku yang disebut merupakan oknum anggota DPRD Kota Serang.

"Belum," katanya.

Kronologi Dugaan Pencabulan

Dugaan pencabulan yang menimpa NM, warga Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten terjadi pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 00.00 WIB di rumah kontrakan korban di wilayah Pandeglang. 

Kasus ini kemudian dilaporkan korban ke Polres Pandeglang pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, Irwan Hermawan, peristiwa itu bermula dari rencana penyewaan rumah milik korban yang akan digunakan sebagai dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Irwan menjelaskan, pada 30 Januari 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, korban menghubungi terduga pelaku untuk menanyakan kepastian harga sewa rumah tersebut.

Setelah itu, korban dan terduga pelaku bertemu di dapur MBG yang dikelola oleh terduga pelaku. Namun, dalam pertemuan tersebut keduanya tidak sempat membahas soal harga sewa rumah karena pelaku sedang sibuk bekerja.

"Kakak saya tidak sempat membicarakan soal harga sewa rumah karena terduga pelaku sedang sibuk bekerja di dapur MBG," kata Irwan kepada TribunBanten.com, Jumat (13/3/2026).

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved