Profil dan Perjalanan Karier Kapolres Pandeglang AKBP Dr Dhyno Indra Setyadi, Dosen UNAIR

Dhyno mulai bertugas di Polda Banten pada 2021. Saat itu, ia menjabat di Direktorat Lalu Lintas Polda Banten selama kurang lebih dua bulan

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Wawan Perdana
TribunBanten.com/Misbahudin
PROFIL-Kapolres Pandeglang AKBP Dr Dhyno Indra Setyadi di ruang kerjanya, Di tengah kesibukannya sebagai Kapolres Pandeglang, pria berusia 43 tahun itu masih menyempatkan diri mengajar di kelas pascasarjana bidang Sumber Daya Manusia (SDM) di Unair. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG-AKBP Dr Dhyno Indra Setyadi saat ini menjabat sebagai Kapolres Pandeglang, Banten.

Pria yang lahir di Jakarta pada tahun 1982 ini dibesarkan dari keluarga berlatar belakang kepolisian.

Dhyno masuk Akademi Kepolisian (Akpol) di Semarang pada tahun 2002 dan lulus pada 2005.

Penugasan pertamanya dimulai di Polda Kalimantan Tengah pada 2006 hingga 2010. 

Saat bertugas di Kalimantan Tengah, ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Cempaga Polres Kotawaringin Timur atau Sampit.

"Di Sampit saya pernah jadi Kapolsek termuda waktu itu," katanya kepada TribunBanten.com, Jumat (15/5/2026). 

Setelah itu, ia dipindahkan ke Polres Kotawaringin Barat, Pangkalan Bun, dengan jabatan Kanit Regident Lantas.

Kariernya kemudian berlanjut ke Polres Seruyan sebagai Kasat Lantas.

Usai bertugas di Seruyan, Dhyno melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) selama dua tahun.

Saat menempuh pendidikan di PTIK, ia bertemu dengan sosok yang kemudian menjadi istrinya, seorang dokter asal Jawa Barat.

"Alhamdulillah satu kali tes lulus, tahun 2010 saya berangkat. Lagi pendidikan saya ketemu jodoh saya, kemudian menikah," ujarnya.

Baca juga: Jabatan Kasat Lantas Polres Pandeglang Resmi Berganti, AKP Senna Siap Tingkatkan Pelayanan

"Istri saya orang Jawa Barat, orang Sunda," tambahnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan PTIK pada 2012, Dhyno bertugas di Polda Jawa Timur.

"Saya waktu itu diperbantukan di BKO, sebagai pengasuh komandan siswa pendidikan Brimob," ucapnya.

"Karena waktu itu ada program Presiden pembentukan Brimob," tambahnya.

Kariernya di Jawa Timur terus berkembang. Ia pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Mojokerto, kemudian dipromosikan menjadi Kasat Lantas Polres Kediri Kabupaten.

Setelah itu, ia kembali bertugas di Polda Jawa Timur sebagai Kepala Patroli Pengawalan pejabat negara yang berkunjung ke Jawa Timur.

"Setelah itu saya pindah lagi ke Polda Jatim, menjadi Kepala Patroli Pengawalan pejabat negara yang berkunjung ke Jawa Timur," katanya.

Usai menjabat Kepala Patroli Pengawalan pejabat, Dhyno kembali dipromosikan menjadi Kasat Lantas Polres Tuban.

Ia kemudian mendapat kenaikan pangkat Komisaris Polisi (Kompol) dengan jabatan Kasubag Pangkat Bagian Pembinaan Karier. 

Selanjutnya, ia menjabat Kasubag Seleksi Pendidikan Pengendalian Personel di Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jatim. 

Kariernya terus menanjak. Ia kembali dipercaya menjadi Kasat Lantas Polres Sidoarjo, lalu dipromosikan sebagai Wakapolres Gresik.

Bertugas di Polda Banten sejak 2021

Dhyno mulai bertugas di Polda Banten pada 2021. Saat itu, ia menjabat di Direktorat Lalu Lintas Polda Banten selama kurang lebih dua bulan.

Setelah itu, ia bergeser menjadi Kepala Sub Bidang Pengamanan Internal (Paminal) Propam Polda Banten.

"Tiga tahun lebih saya di Paminal Polda Banten, setelah itu ke Polres Pandeglang sampai saat ini," katanya.

Saat ini, istrinya bertugas sebagai Kepala Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Banten.

"Istri Kepala RS Bhayangkara Polda Banten," katanya.

Motivasi masuk kepolisian

Dhyno mengaku masuk kepolisian karena ingin melanjutkan jejak sang ayah.

"Sebagai anak, kita melihat sosok bapak sebagai panutan kita semuanya. Tapi di keluarga saya, cuma saya yang meneruskan jejak bapak, dari dua bersaudara. Saya anak bungsu," katanya.

Selain itu, ia mengaku ingin membantu masyarakat melalui profesi polisi.

Menurutnya, ada tiga pesan orang tua yang selalu tertanam dalam benaknya, yakni tolong, maaf, dan terima kasih.

"Itu tiga pesan orang tua saya. Dan yang paling utama adalah jadilah polisi yang menjadi penolong masyarakat," katanya.

Menjadi dosen S2 di Universitas Airlangga (UNAIR).

Selama bertugas di Polda Jawa Timur, Dhyno juga menempuh pendidikan S2 dan S3 di UNAIR. 

Setelah menyelesaikan pendidikan magister dan doktoralnya, ia diminta menjadi dosen dari kalangan praktisi hingga sekarang.

"Saya lulus doktor tahun 2023. Akhirnya saya diminta menjadi dosen pengajar di kampus UNAIR sampai saat ini," katanya.

Di tengah kesibukannya sebagai Kapolres Pandeglang, pria berusia 43 tahun itu masih menyempatkan diri mengajar di kelas pascasarjana bidang Sumber Daya Manusia (SDM).

Ia mengajar para mahasiswa melalui Zoom setiap hari Sabtu.

Tak hanya mengajar, ia juga kerap diminta menjadi penguji tesis.

"Disela-sela kesibukan menjadi polisi, saya mengajar berbagi ilmu sama mahasiswa satu minggu sekali. Kadang nguji tesis, kadang ngisi kelas. Tapi kebanyakan saya ngajar di S2," ungkapnya.

"Kadang jam istirahat, saya jadi penguji melalui virtual. Pokoknya semenjak jadi Kapolres saya lewat virtual, karena sudah canggih kalau sekarang," tambahnya.

Dhyno juga mengungkapkan, saat menempuh pendidikan S2 di UNAIR, ia pernah satu kelas dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Selain itu, penyanyi Ashanty yang kini menyandang gelar doktor di Unair juga merupakan adik kelasnya.

"Iya pernah satu kelas sama AHY, kalau Ashanty adik kelas," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved