Sebelum Merilis Broken Strings, Aurelie Moeremans Sempat Ungkap Ketakutan: Diserang Tuh Nggak Enak

Sebelum merilis Broken Strings, rupanya Aurelie Moeremans sempat mengalami ketakutan tersendiri.

Editor: Vega Dhini
Kolase Tribun Banten/Instagram @aurelie
Tangkapan layar Instagram @aurelie, Senin (12/1/2026). Sebelum merilis Broken Strings, rupanya Aurelie Moeremans sempat mengalami ketakutan tersendiri. 

TRIBUNBANTEN.COM - Buku Broken Strings edisi cetak kini sudah bisa dipesan secara resmi.

Memoar mengenai masa lalu Aurelie Moeremans yang diduga pernah menjadi korban child grooming ini masih menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Child grooming merupakan teknik yang dilakukan orang dewasa untuk memanipulasi pikiran anak. Tujuannya untuk mengeksploitasi atau melecehkan anak secara seksual.

Sebelumnya, Aurelie Moeremans merilis Broken Strings dalam versi digital berbahasa Inggris dan Indonesia.

Buku digital Broken Strings tersebut bisa diunduh secara gratis.

Kini, pemesanan Broken Strings edisi premiun atau versi cetaknya sudah resmi dibuka.

Pemesanan akan dibuka pada 25 Januari hingga 7 Februari 2026.

Cetakan pertama Broken Strings edisi premium ini terbatas untuk 5.000 eksemplar.

Sebelum merilis Broken Strings, rupanya Aurelie Moeremans sempat mengalami ketakutan tersendiri.

Aurelie Moeremans mengungkapkan dua ketakutannya saat merilis Broken Strings yakni takut tak membantu banyak orang dan diancam.

"Pertama, aku takut buku aku dibaca terlalu banyak orang," ucap aktris keturunan Belgia-Indonesia ini, dikutip dari YouTube Aurelie Moeremans, Minggu (25/1/2026).

"Ya, takut aja gitu kalau buku aku tuh bukannya membantu banyak orang, tapi aku malah diserang lagi kayak dulu."

"Punya niat baik, tapi malah diserang tuh enggak enak banget. Apalagi kan dulu aku masih teenager kan pas speak up dan aku tuh baru keluar dari keadaan yang menurut aku seram banget," paparnya.

Diakui bintang sinetron Magic ini, masih ada pihak-pihak yang memantau dirinya sejak bukunya akhirnya dirilis pada Oktober 2025.

Sejak bukunya menjadi konsumsi publik, Aurelie mengatakan, memang banyak pihak-pihak yang seakan mencoba mencari panggung melalui karyanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved