Pemkot Tangsel Prioritaskan Pengangkutan Sampah di Pasar dan Koridor Jalan Utama
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, Pemkot Tangsel memfokuskan pengangkutan sampah di koridor pasar serta jalan-jalan utama.
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Status tanggap darurat pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi diperpanjang selama dua pekan ke depan.
Perpanjangan tersebut dilakukan setelah evaluasi penanganan sampah yang berlangsung selama dua hari terakhir, guna memastikan penanganan sampah di wilayah padat aktivitas dapat berjalan lebih optimal.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, dalam masa tanggap darurat lanjutan ini, Pemkot Tangsel memfokuskan pengangkutan sampah di koridor pasar serta jalan-jalan utama, seperti di Jalan Serpong, dan Jalan Ciputat.
Baca juga: Pemkot Tangsel Perpanjang Status Tanggap Darurat Sampah hingga 21 Januari 2026
"Tanggap darurat sampah di Tangerang Selatan sudah kita perpanjang. Hasil evaluasi yang kita lakukan 2 hari kemarin ya, per tanggal 5 Januari 2026 jam 24 kemudian kita perpanjang untuk selama 2 minggu ke depan," kata Benyamin, Kamis (8/1/2026).
"Dalam kurun waktu 2 minggu ini yang pertama kita lakukan intervensi untuk penanganan sampah di koridor pasar, dan koridor jalan-jalan utama, seperti di Jalan Serpong, Jalan Ciputat yang menjadi fokus kita," sambungnya.
"Di luar itu juga ada penanganan sampah di titik-titik yang lainnya ya, di dalam, di perumahan, dan lain-lain," jelasnya.
Lebih lanjut Benyamin menyatakan, dengan berlanjut nya status darurat pengelolaan sampah tersebut, membuat pergeseran anggaran pada APBD menjadi terbuka.
"Dengan darurat tadi terbuka untuk melakukan pergeseran (anggaran), kegiatan yang tadinya belum di cover oleh APBD tapi dengan status tanggap darurat tadi, maka bisa dilakukan pergeseran," kata Benyamin.
"Misalnya pengelolaan sampah yang naik volumenya di beberapa tempat," tambahnya.
Ia pun menyebut, bahwa pengangkutan sampah tersebut akan mulai berlangsung mulai malam ini, dengan menerjunkan sebanyak 27 armada truk yang dimiliki oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel.
"Saya tadi dapat laporan di (pasar) Cimanggis, sudah diangkut malam ini. Mungkin dikelola oleh pabrik kertas di Cileyngsi kalau tidak salah, demikian juga dengan di (pasar) Jombang," ucap Benyamin.
"Ini tergantung kepada kita, kan sekarang ini punya 27 armada truk yang kita dimiliki oleh Dinas Lingkungan Hidup. Nanti kalau sudah dengan darurat sampah ini, kita akan klik untuk pengangkutan sampahnya dengan kapasitas 200 ton sampah ke Cileungsi," pungkasnya.
| Diduga Belum Berizin, Proyek Lapangan Padel di Serpong Utara Tangsel Dikeluhkan Warga |
|
|---|
| Dinilai Membahayakan, Kebakaran Lahan Kosong di Depan Puspemkot Tangsel Diselidiki |
|
|---|
| Pemkot Tangsel Perpanjang Status Tanggap Darurat Sampah hingga 21 Januari 2026 |
|
|---|
| Lahan Kosong di Tangsel Terbakar, Dugaan Penyebab Sampah Dibakar Sembarangan |
|
|---|
| Benyamin Minta Warga Tangsel Tetap Tenang, Tegaskan Sampah Tanggung Jawab Pemkot |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/tumpukan-sampah-di-tangsel-aSDJghKAJSD.jpg)