Guru Besar IPDN Beri Saran Pemkot Serang dan Tangsel Soal Kerja Sama Pengelolaan Sampah

Guru IPDN, Prof. Muhadam Labolo, memberikan saran Pemerintah Kota Serang dan Tangsel, terkait kerja sama pengelolaan sampah antar daerah.

Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Muhamad Rifky Juliana
Truk sampah dari Tangsel saat mengirim sampah ke TPAS Cilowong, Kamis (1/1/2026) malam. Guru IPDN, Prof. Muhadam Labolo, memberikan saran Pemerintah Kota Serang dan Tangsel, terkait kerja sama pengelolaan sampah antar daerah. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ade Feri

TRIBUNBANTEN.COM, Tangsel - Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof. Muhadam Labolo, memberikan saran Pemerintah Kota Serang dan Tangerang Selatan (Tangsel), terkait kerja sama pengelolaan sampah antar daerah.

Menurut Prof. Muhadam, kerja sama pengelolaan sampah tidak boleh hanya dipandang sebagai aktivitas pemindahan atau pembuangan sampah dari satu daerah ke daerah lain.

“Bagi saya, kerja sama itu tidak boleh hanya dipandang sebagai aktivitas pembuangan sampah ke tempat tertentu, melainkan harus berbasis edukasi dan teknologi,” katanya.

Baca juga: Darurat Sampah! Wakil Wali Kota Tangsel Wajibkan Lurah dan RW Aktif Kelola TPS3R dan Bank Sampah

Ia menekankan bahwa perubahan paradigma tersebut penting agar kerja sama pengelolaan sampah tidak menimbulkan polemik maupun penolakan dari masyarakat di daerah tujuan.

Oleh karena itu, Prof. Muhadam menawarkan empat poin edukasi penting yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah agar kerja sama pengelolaan sampah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Pertama, pertukaran informasi dan teknologi. Menurutnya, daerah mitra harus saling berbagi pengetahuan dan teknologi pengelolaan sampah agar tidak muncul kesan satu daerah hanya menjadi “pemasok” sampah, sementara daerah lain menjadi “korban”.

Kedua, pengelolaan bersama. Ia menyarankan agar daerah dapat mengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara bersama-sama guna menghemat biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah.

Ketiga, koordinasi logistik. Dalam hal ini, pemerintah daerah dapat bekerja sama dalam sistem pengangkutan sampah agar biaya dapat ditekan dan efektivitas pengelolaan meningkat.

Keempat, edukasi kolektif. Prof. Muhadam menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan pihak ketiga melalui program edukasi serta kampanye pengelolaan sampah yang tepat dan dilakukan secara bersama-sama.

Ia berharap, melalui pendekatan edukasi dan kolaborasi yang kuat, kerja sama pengelolaan sampah antar daerah, termasuk antara Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan, dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan.

Per Hari Ini Sampah Tangsel Kembali Dikirim ke TPA Cilowong

Pemkot Tangsel memastikan kembali melanjutkan pengiriman sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, seiring dengan diterimanya kerja sama tersebut oleh masyarakat setempat.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, rencananya pengiriman sampah tersebut kembali bakal dimulai pada Jumat (9/1/2025).

"Alhamdulillah, informasi terakhir yang saya terima, masyarakat di sana (Kota Serang) sudah bisa menerima," ujarnya saat ditemui di rumah dinasnya, Kamis (8/1/2026).

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved