Lewat Biopori, Wali Kota Tangsel Targetkan Pengurangan Sampah hingga 100 Ton per Hari

Wali Kota Tangsel, menargetkan pembuatan sebanyak 10-20 ribu lubang biopori di rumah-rumah warga sebagai upaya pengelolaan sampah organik.

Tayang:
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Ade Feri
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, saat diwawancarai usai aksi bersih lingkungan di Serpong, Sabtu (31/1/2026). Benyamin targetkan pembuatan 20 ribu lubang biopori untuk kurangi 100 ton sampah per hari. 
Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menargetkan pembuatan 10-20 ribu lubang biopori di rumah warga.
  • Pengolahan sampah organik didorong agar bisa dilakukan langsung di rumah dan lingkungan warga.
  • Targetnya, volume sampah berkurang hingga 100 ton per hari agar tidak dibuang ke TPA.

 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, menargetkan pembuatan sebanyak 10–20 ribu lubang biopori di rumah-rumah warga sebagai upaya pengelolaan sampah organik.

Melalui program ini, Benyamin menargetkan volume sampah hingga 100 ton per hari dapat berkurang agar tidak lagi dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah secara mandiri.

"Saya sudah menggerakkan, mudah-mudahan 10-20 ribu lubang biopori se-Tangerang Selatan bisa dibuat di titik-titik rumah masing-masing warga," kata Benyamin, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Sampah Tangsel dari Tujuh Kecamatan Dibuang ke Ciliwong Serang, Walikota Benyamin : 400 Ton per Hari

Menurut Benyamin, setiap rumah bisa dibuatkan satu hingga beberapa lubang biopori, tergantung luas lahan, dengan diameter yang bervariasi, yakni antara 10 hingga 20 inci.

"Kalau perlu dua atau tiga lubang biopori yang kita buat di masing-masing rumah. Karena itu tergantung luasan lahannya. Diameternya itu ada yang 10 inci, ada yang 15 inci, dan ada yang besar sampai 20 inci, tergantung masing-masing. Kalau perlu sebanyak-banyaknya," ungkapnya.

"Dan mesinnya (untuk membuat lubang biopori) sudah kita siapkan di setiap kelurahan," jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, pemanfaatan Bank Sampah dan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS-3R) juga akan turut mengambil peran dalam pengelolaan sampah.

Sehingga proses pemusnahan sampah organik bisa dilakukan langsung di tingkat rumah tangga maupun lingkungan sekitar.

"Jadi nanti ke depannya, dalam jangka waktu tertentu, sampah yang dibuang ke TPA Cilowong itu tidak sampai 400 ton, walaupun kerja samanya segitu," katanya.

"Mungkin nanti tinggal separuhnya saja, karena warga masyarakat kita sudah bisa memusnahkan sampah masing-masing," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved