Naikkan Level UMKM, Dinkop UKM Tangsel Perkuat SDM dan Akses Pembiayaan 

Dinkop UMK Tangsel mendorong 130 ribu lebih UMKM naik kelas melalui penguatan SDM, inkubasi bisnis, kemudahan NIB gratis, dan sertifikasi halal

Tayang:
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Ade Feri
UMKM - Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Tangsel, Bachtiar Priyambodo, saat diwawancarai di ruang kerjanya, usai rapat finalisasi bersama tujuh kecamatan, Selasa (3/3/2026). 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL -  Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), akses pembiayaan, hingga pembenahan kelembagaan internal.

Langkah tersebut dilakukan, sebagai upaya dalam meningkatkan level UMKM di Tangsel agar naik kelas.

Kepala Dinkop UKM Tangsel, Bachtiar Priyambodo mengatakan, penguatan kapasitas menjadi fokus utama di tengah pertumbuhan jumlah UMKM yang kini telah menembus lebih dari 130 ribu unit usaha.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan akumulasi dari sekitar 92 ribu UMKM terdata sebelumnya, ditambah puluhan ribu Nomor Induk Berusaha (NIB) baru sepanjang 2025.

“Sebagai kota jasa dan perdagangan, Tangerang Selatan tidak bertumpu pada sektor industri atau pertanian. Karena itu, rasio wirausaha harus terus kita tingkatkan," ujarnya kepada TribunBanten.com, Selasa (3/3/2026).

"UMKM harus naik kelas dan mampu menciptakan lapangan kerja,” sambungnya.

Sebagai langkah konkret, lanjut Bachtiar, pada Februari 2025 lalu pihaknya melakukan penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) dengan membentuk Bidang Wirausaha. 

Bidang ini menjadi pecahan dari bidang UMKM sebelumnya, sehingga kini terdapat pembagian tugas yang lebih proporsional antara urusan koperasi dan UMKM.

"Jadi kalau sebelumnya itu tiga bidang menangani koperasi dan satu bidang menangani UMKM, nah dengan perubahan ini komposisinya menjadi dua bidang koperasi dan dua bidang yang fokus pada UMKM, termasuk Bidang Wirausaha," ucap Bachtiar.

"Mudah-mudahan dengan bidang baru ini dapat membuat program pengembangan dan pemberdayaan UMKM lebih terarah dan optimal, terutama dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha pemula maupun usaha muda," jelasnya.

Tak hanya itu, kata Bachtiar, hingga kini pihaknya juga melakukan evaluasi terhadap pola pelatihan yang selama ini berjalan. 

Jika sebelumnya pelatihan bersifat output-oriented atau selesai setelah kegiatan, kini pendekatan diperluas melalui program Entrepreneur Hub dan inkubasi bisnis.

Melalui skema ini, proses dimulai dari rekrutmen terbuka, kurasi atau seleksi peserta, hingga pendampingan intensif dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai mentor. 

Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga dibimbing menyusun perencanaan bisnis, strategi pemasaran, hingga penguatan manajemen keuangan.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved