Pembunuhan di Serpong Tangsel

Curhat Ilmiatini ke Tetangga Sebelum Dibunuh Mantan Suami, Pusing Suka Dimintai Uang Terus

Sang mantan suami ditangkap polisi di Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, pada hari yang sama sekitar pukul 17.50 WIB. 

Editor: Wawan Perdana
TribunBanten.com/Ade Feri
RUMAH DUKA - Potret TKP Jenazah ditemukan, di Kelurahan Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Kamis (16/4/2026). Pelaku pembunuhan adalah mantan suami yang sudah ditangkap polisi di Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, pada hari yang sama sekitar pukul 17.50 WIB.  

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL-Kasus tewasnya Ilmiatini, warga Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis (16/4/2026) lalu, telah terungkap.

Ibu anak tiga itu ternyata dibunuh oleh mantan suaminya sendiri berisinial THA.

Sang mantan suami ditangkap polisi di Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, pada hari yang sama sekitar pukul 17.50 WIB. 

Di balik peristiwa itu, tersimpan jejak konflik dan tekanan ekonomi yang diduga berlangsung lama antara korban dan mantan suaminya.

Korban yang berusia 50 tahun, dikenal sebagai ibu rumah tangga yang hidup sederhana dan cenderung tertutup. 

Namun, di balik sikap pendiam itu, ia menyimpan berbagai persoalan hidup yang hanya sesekali diceritakan kepada orang terdekat.

“Almarhum itu orangnya pendiam, nggak banyak bergaul,” ujar Nunun, tetangga korban, saat ditemui di Pakualam, Serpong Utara, Jumat (17/4/2026).

Meski jarang berinteraksi luas, korban disebut cukup terbuka ketika berbincang secara personal. 

Nunun mengungkapkan, korban kerap menceritakan persoalan rumah tangganya jika sudah merasa nyaman.

"Kalau lagi ngobrol, dia bisa cerita banyak. Cuma memang nggak suka keluar atau kumpul-kumpul,” katanya.

Menurut Nunun, kehidupan korban tidak lepas dari riwayat hidupnya yang rumit. Ia diketahui telah beberapa kali menikah, dengan dinamika hubungan yang tidak selalu berjalan baik.

“Suami pertamanya meninggal, terus nikah lagi. Tapi yang terakhir ini sering ribut,” ungkap Nunun.

Konflik dalam hubungan terakhir itu disebut bukan hanya soal emosi, tetapi juga berkaitan erat dengan masalah ekonomi. 

Nunun menyebut, korban kerap mengeluhkan tekanan finansial yang datang dari mantan suaminya.

“Dia sering bilang pusing sama suami yang ini. Katanya suka minta uang terus,” ujar Nunun.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved