Daftar 3 Taman Baru di Tangsel yang Resmi Dibuka, Cocok untuk Wisata Keluarga

Warga Kota Tangerang Selatan kini memiliki pilihan baru untuk menghabiskan waktu bersama keluarga setelah tiga taman resmi dibuka untuk umum.

Tayang:
Editor: Ahmad Tajudin
Dok. Ist/Pemkot Tangsel
3 TAMAN BARU DI TANGSEL - Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, pembangunan taman-taman tersebut pada dasarnya telah rampung dan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. 

TRIBUNBANTEN.COM - Warga Kota Tangerang Selatan kini memiliki pilihan baru untuk menghabiskan waktu bersama keluarga setelah tiga taman resmi dibuka untuk umum.

Kehadiran ruang terbuka hijau ini menjadi alternatif rekreasi gratis di tengah keterbatasan fasilitas publik di wilayah tersebut.

Ketiga taman tersebut di antaranya Taman Ciputat Timur, Taman Pondok Ranji, dan Taman Cinere Mas, yang kini sudah bisa dinikmati masyarakat, meski masih dalam tahap perapihan. 

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, pembangunan taman-taman tersebut pada dasarnya telah rampung dan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Kalau dari segi pembangunan sih saya rasa minor. Maksudnya kalaupun ada kekurangan, perbaikan-perbaikan minor seperti penambahan pagar atau fasilitas lainnya,” ujar Pilar dalam keterangannya Minggu (3/5/2026).

Baca juga: Waspada! NIK KTP Bisa Disalahgunakan untuk Pinjol, Ini Cara Ceknya di OJK

Ia menjelaskan, meskipun sudah dibuka, masih ada sejumlah perapihan yang terus dilakukan di lapangan. Beberapa di antaranya mencakup penataan area bermain dan penyempurnaan fasilitas pendukung.

“Pada dasarnya sudah selesai, tinggal perapihan-perapihan saja, seperti penataan lapangan dan fasilitas pendukung,” katanya.

 
Transformasi signifikan terlihat di Taman Pondok Ranji. Kawasan yang sebelumnya terbengkalai kini telah disulap menjadi ruang publik yang lebih hidup dan ramah bagi keluarga.

Di taman tersebut, warga dapat menikmati berbagai fasilitas, termasuk taman bermain anak yang dirancang untuk menunjang aktivitas luar ruang.

“Dulu ini terbengkalai, sekarang kita ubah jadi ruang terbuka publik yang bisa dimanfaatkan warga,” ungkap Pilar.

Menurutnya, pembangunan taman ini memang ditujukan sebagai ruang aktivitas warga yang inklusif dan tidak dipungut biaya, sekaligus menjadi solusi atas minimnya ruang terbuka di Tangsel.

Pemkot Tangsel, lanjut Pilar, menetapkan pembatasan jam operasional pada ketiga taman tersebut, yakni hanya hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya.

“Kita batasi sampai jam 22.00 untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan fasilitas dan juga karena keterbatasan pengawasan,” jelas Pilar.

Ia menyinggung keterbatasan anggaran Tangsel sebagai salah satu alasan belum diterapkannya operasional 24 jam.

“Tangsel dengan APBD yang terbatas juga tidak bisa 24 jam. Jadi saya minta sampai jam 22.00 dulu,” pungkasnya.

 

Artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved