Breaking News:

Penjelasan Menteri Agama tentang Mengurus Jenazah Pasien Corona

Kemenag akan segera membuat Posko Corona/Covid 19 untuk menjawab keluhan-keluhan dari lapangan

Tribunnews/Jeprima
Menteri Agama Fachrul Razi 

TRIBUNBANTEN.COM - Hingga Sabtu (21/3/2020) siang, sudah ada 38 pasien positif corona di Indonesia meninggal. Pertanyaannya, bagaimana mengurus jenazahnya?

Dikutip dari Kemenag.go.id, Sabtu (21//3/2020), Menteri Agama Fachrul Razi, mengatakan jenazah pasien positif corona akan diurus tim medis dari rumah sakit rujukan yang ditunjuk resmi oleh pemerintah.

Petugas pemakaman harus memakai alat pelindung diri, semacam jas hujan plastik, yang harus dimusnahkan setelah pemakaman.

Pemakaman dapat dilakukan oleh pihak keluarga/pihak lain setelah mendapat petunjuk dari rumah sakit rujukan.

"Untuk jenazah muslim/muslimah, pengurusan jenazah tetap memperhatikan ketentuan syariah yang mungkin dilakukan, dan menyesuaikan dengan tata-cara sesuai petunjuk rumah sakit rujukan," kata ujar Menag di Jakarta, Sabtu (14/3/2020).

Dia menganjurkan pelaksanaan salat jenazah dilakukan di rumah sakit rujukan.

Atau bisa dilakukan di masjid yang sudah melalui pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh.

Salat pun dilakukan tanpa menyentuh jenazah.

"Kemenag akan segera membuat Posko Corona/Covid 19 untuk menjawab keluhan-keluhan dari lapangan, sekaligus mengintensifkan komunikasi dengan Posko RS Rujukan," ucap Menag.

Terkait teknis mengurus jenazah, Menag meminta petugas mengikuti petunjuk sebagai berikut:

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved