Virus Corona
Cek Indera Penciuman, Bisa Jadi Ciri-ciri Gejala Ringan Covid-19
Biasanya, penderita akan mengalami batuk secara terus menerus lebih dari satu jam
TRIBUNBANTEN.COM - Sampai Minggu (29/3/2020), virus corona telah menginfeksi di 202 negara.
Tercatat 664.621 kasus Covid-19 tercatat di seluruh dunia hingga Minggu siang.
Bahkan, total kematian akibat virus corona mencapai 30.891 orang dan pasien yang dinyatakan sembuh ada 142.368 orang.
Satu di antara pemerintah di seluruh dunia untuk memutus penyebaran virus corona adalah mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan mencuci tangan.
Setiap partikel virus corona terdiri atas satu set gen kecil yang dikelilingi bola molekul berlemak.
Demikian dilansir dari The Atlantic.
Virus corona memiliki cangkang lipid yang mudah hancur karena sabun.
Oleh karena itu, para peneliti menyarankan mencuci tangan selama 20 detik.
Virus corona menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk dan mengeluarkan tetesan kecil ke udara.
Hal inilah yang dapat dihirup orang yang sehat. Atau menyebabkan infeksi jika kita menyentuh permukaan tempat tetesan air tersebut mendarat.
Seperti dilansir dari BBC, para pakar kesehatan meminta kita untuk menutup mulut dan hidung menggunakan tisu ketika sedang batuk atau bersin.
Kita sangat tidak disarankan menyentuh wajah menggunakan tangan sebelum mencucinya terlebih dahulu.
Membatasi penyebaran juga dengan cara menghindari kontak dengan orang yang terinfeks.
Masih dikutip dari BBC, virus corona sejatinya merupakan virus yang menginfeksi paru-paru.
Gejala awal dimulai dengan demam diikuti batuk kering, yang dapat menyebabkan masalah pernapasan.
Biasanya, penderita akan mengalami batuk secara terus menerus lebih dari satu jam.
Para ilmuwan mengatakan, virus corona biasanya membutuhkan rata-rata lima hari untuk mulai menunjukkan gejalanya.
Akan tetapi, beberapa orang akan mendapatkan gejala lebih lama dari rata-rata tersebut.
Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan masa inkubasi berlangsung hingga 14 hari.
Spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) di Inggris juga telah memperhatikan meningkatnya laporan anosmia, istilah untuk kehilangan penciuman.
Semakin banyak orang di media sosial melaporkan hilangnya indera penciuman dan rasa.
Beberapa telah dinyatakan positif memiliki virus corona.
Namun, bukti sejauh ini hanya anekdotal dan virus di balik flu biasa sering menyebabkan indera penciuman dan/atau rasa yang hilang.
Orang-orang akan paling menular ketika mereka memiliki gejala, tetapi ada beberapa saran yang dapat menyebarkan virus bahkan sebelum mereka sakit.
Gejala awal dapat dengan mudah dikacaukan dengan pilek dan flu musiman.
Daya Tahan Corona
Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan virus corona atau nama ilmiahnya SARS-CoV-2, bertahan tidak lebih dari satu hari di atas kertas karton, dan sekitar dua hingga tiga hari pada baja dan plastik.
Dikutip dari The Atlantic, pada dasarnya virus-virus ini tidak tahan di dunia. Mereka membutuhkan tubuh.
Meski begitu, masih banyak misteri tentang virus corona yang masih belum jelas.
Susan Weiss dari Unversity of Pennsylvania, telah mempelajarinya selama sekitar 40 tahun.
Pada awal dia melakukan penelitian, hanya beberapa lusin ilmuwan berbagi minatnya.
Kemudian angka-angka tersebut membengkak setelah epidemi SARS di tahun 2002 muncul
"Sampai saat itu orang memandang kami sebagai bidang terbelakang dengan tidak terlalu penting bagi kesehatan manusia," ujar Susan Weiss.
Tetapi dengan munculnya SARS-CoV-2 — penyebab penyakit COVID-19 — tidak ada yang cenderung mengulangi kesalahan itu lagi.
Untuk lebih jelasnya, SARS-CoV-2 bukanlah flu.
Hal ini menyebabkan penyakit tersebut memiliki gejala yang berbeda, menyebar dan membunuh lebih mudah, dan milik keluarga virus yang sama sekali berbeda.
Keluarga ini, coronavirus, termasuk hanya enam anggota lain yang menginfeksi manusia.
Empat dari mereka — OC43, HKU1, NL63, dan 229E — telah meresahkan manusia selama lebih dari seabad.
Dua lainnya — MERS dan SARS (atau “SARS-klasik,” sebagaimana beberapa ahli virus mulai menyebutnya) - keduanya menyebabkan penyakit yang jauh lebih parah.
Pasien dengan gejala ringan, seperti batuk terus menerus baru atau suhu tinggi di atas 37,8C harus mengisolasi diri di rumah selama setidaknya tujuh hari.
Dikutip dari laman gov.uk, mengisolasi diri di rumah kepada individu yang memiliki gejala yang mungkin disebabkan oleh virus corona sangatlah penting.
Tinggal di rumah akan membantu mengendalikan penyebaran virus ke teman-teman, komunitas yang lebih luas, dan khususnya orang yang paling rentan.
Mereka yang memiliki gejala dan hidup sendiri harus tinggal di rumah selama 7 hari setelah timbulnya gejala mereka.
Jika tinggal bersama orang lain dan kita atau salah satu dari mereka memiliki gejala yang mungkin disebabkan oleh virus corona, anggota keluarga harus tinggal di rumah dan tidak meninggalkan rumah selama 14 hari.
Jika memungkinkan, Anda tidak boleh keluar bahkan untuk membeli makanan atau kebutuhan pokok lainnya.
Namun, jika tidak memungkinkan, kita harus melakukan apa yang bisa dilakukan untuk membatasi kontak sosial ketika meninggalkan rumah.
Sangat mungkin bahwa orang yang tinggal dalam sebuah rumah tangga akan saling menginfeksi atau mungkin sudah terinfeksi.
Tinggal di rumah selama 14 hari akan sangat mengurangi jumlah keseluruhan infeksi yang dapat ditularkan oleh rumah tangga kepada orang lain di masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/cegah-virus-corona.jpg)