Breaking News:

Kejahatan Naik 11,8 Persen Bersamaan Pandemi Corona dan Dibebaskannya Hampir 39 Ribu Napi

Seorang pelaku pelaku pencurian di antaranya ditembak mati oleh polisi setelah melukai petugas dengan senjata tajam saat hendak ditangkap.

Sripoku
Ilustrasi pencurian 

TRIBUNBANTEN.COM - Tindak kejahatan sebulan terakhir di Indonesia meningkat 11,8 persen bersamaan pandemi virus corona dan pembebasan puluhan ribu narapidana.

Kejadian ini telah menciptakan kekhawatiran di masyarakat dan "PR" baru kepolisian setelah tugas pengamanan terkait status pandemi virus corona sebagai bencana nasional.

"Untuk situasi kamtibmas dan tren kejahatan di beberapa minggu terakhir. Hasil evaluasi pada minggu ke-15 dan ke-16, secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 11,80 persen," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/4/2020).

Asep merinci, tindak kejahatan yang belakangan ini terjadi didominasi kejahatan dengan pemberatan atau curat, khususnya pencurian di minimarket dan sepeda motor.

Atas kejadian ini, pimpinan Polri telah mengintruksikan jajaran kepolisian di seluruh daerah untuk meningkatkan pengamanan di masyarakat dan menindak tegas para pelaku kejahatan, tidak terkecuali penjahat kambuhan yang baru bebas dari lembaga pemasyarakatan.

Berikut Sebaran 590 Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia di 29 Provinsi

 

 

Contoh meningkatkan kejahatan terjadi di ibu kota, Jakarta.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengungkapkan kejahatan yang banyak terjadi belakangan ini adalah pencucian dengan pemberatan di tempat umum, yakni minimarket dan sepeda motor.

"Pada bulan Maret 2020 dibandingkan dengan Maret 2019 yang lalu, beberapa memang ada penurunan. Tapi ada sektor yang meningkat misalkan curat dan curanmor. Pencurian di tempat-tempat minimarket ini memang meningkat," kata Yusri.

Kepolisian menduga pergeseran tindakan kriminal di tempat umum karena saat ini masyarakat lebih banyak beraktivitas di dalam rumah. Sementara, tempat umum seperti di jalan dan pertokoan terbilang sepi.

"Jadi, mereka mencari tempat yang kosong dan ditinggal penghuninya khususnya di minimarket," ungkapnya.

Ilustrasi tempat kejadian kejahatan
Ilustrasi tempat kejadian kejahatan (Pexels.com)
Halaman
1234
Editor: Abdul Qodir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved