Pilkada Tangerang Selatan

Keponakan Prabowo: Saya Gerah

"Saya gerah jadinya untuk terjun langsung dan mencari solusi yang bisa langsung diraskan oleh masyarakat."

Editor: Abdul Qodir

Rahayu sendiri mengaku bersedia dan siap bertarung jika partai sudah memutuskan.

Saat ini, ia masih merasa perlu berkomunikasi dengan para petinggi partai untuk maju ke kontestasi politik kota berjargon 'cerdas, modern, religius' itu.

"Harus siap, kalau kita yang namanya sudah diminta atau diberikan mandat oleh partai apalagi oleh para pimpinan partainya tentunya harus siap untuk maju," ujarnya.

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (kompas.com)

Perjalanan Karier

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, 34 tahun, lahir di Jakarta pada 27 Januari 1986.

Dia anak kedua Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sekaligus pengusaha Hashim Djojohadikusumo.

Istri Harwendro Adityo Dewanto dan ibu dua anak itu menempuh pendidikan SMA di College Du leman, Swiss, pada 2003.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya di University Of Virginia mengambil jurusan seni peran dan lanjut studi ke International School of Screen Acting di London.

Ia pernah santer disebut-sebut akan mengisi kursi wakil gubernur DKI Jakarta menggantikan Sandiaga Uno yang maju sebagai cawapres pada Pilpres 2019.

Saat itu, Sara mengaku tidak berambisi untuk menjadi wakil gubernur DKI Jakarta menggantikan Sandiaga Uno.

Sempat terpikir olehnya akan mempertimbangkan peluang itu apabila diberi mandat partai.

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau Sara menyambangi Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (7/11/2018).
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau Sara menyambangi Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (7/11/2018). (Kompas.com/Nubras Nada Nailufar)

"Bukan saya yang mengajukan. Saya betul-betul tidak berambisi untuk eksekutif. Kalau misal ada yang memberi saya amanah dan mandat, tentunya itu harus dipertimbangkan," kata Sara di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (7/11/2018).

Fotonya Viral, Wakil Wali Kota Tangsel Minta Maaf Ketahuan Melanggar PSBB

Sebelum terjun ke dunia politik, Sara merupakan artis peran dan presenter.

Setelah itu, Sara kembali tampil ke layar lebar dengan berakting dalam film Gunung Emas Almayer (2014).

Film tersebut merupakan film adaptasai dari novel berjudul Almayer’s Folly karya Joseph Conrad (1895).

Pada 2013, ia memutuskan mengikuti jejak ayahnya terjun ke dunia politik.

Sara mengawali karier politik melalui organisasi sayap Partai Gerindra (TUNAS) dan ditugaskan sebagai kepala bidang pengembangan.

Bersamaan itu, Sara dimajukan Partai Gerindra sebagai calon anggota DPR RI periode 2

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved