Breaking News:

Potret Kemiskinan di Banten

Satu Keluarga Tinggal di Gubuk di Tepi Laut, Tiap Malam Ditemani Air Pasang

Tak dinyana, Asmawati mengungkapkan lahan dan rumah gubuk yang ditempatinya bersama keluarga bukan miliknya.

Martin Ronaldo/Tribunners
Kondisi rumah keluarga Apipi dan istri, Asmawati di tepi laut, Kampung Sawah, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. 

*Suara Asmawati Bergetar

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sepuluh tahun sudah Apipi (47) dan istri, Asmawati (45), beserta empat anaknya tinggal di sebuah gubuk dekat bibir pantai, Kampung Sawah, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.

Saat dikunjungi Kamis (23/7/2020) siang, tampak rumah mereka yang luasnya tak sampai 50 meter persegi hanya berdinding bilik bambu serta beratap genteng tua bercampur asbes.

Tak ada lantai keramik ataupun plesteran semen di alas rumah mereka. Hanya tanah menjadi tempat pijakan maupun untuk duduk.

Melongok bagian dalam rumah, tak ada perabotan mewah yang terlihat.

Hanya ada kompor gas ukuran kecil dan sejumlah peralatan masak yang tampak keropos dan kusam.

Baling-baling kipas angin yang menggantung pun sudah tidak berfungsi alias rusak.

Gersang dan engap pun terasa begitu memasuki dalam rumahnya mengingat berada tepat di bibir pantai dan tak ada ventilasi udara.

Asmawati berbagi cerita tentang kondisi keluarganya.

Ia mengaku hanya seorang ibu rumah tangga.

Halaman
1234
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved