Polisi Bongkar Praktik Peredaran Surat Tes Usap Palsu di Bandara Soekarno Hatta
Hari ini kami mengungkap kasus terkait pemalsuan dokumen kesehatan yang diperlukan dalam perjalanan moda transportasi udara pada masa pandemi
TRIBUNBANTEN.COM - Polisi Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, menangkap satu orang berinisial FR.
Pria berusia 30 tahun itu sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus praktik peredaran surat swab test atau tes usap palsu.
Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Adi Ferdian, mengatakan kejadian itu berlangsung di area check in Keberangkatan Domestik Terminal 3 Bandara Soetta pada penerbangan Garuda Indonesia GA 656 Jakarta menuju Jayapura pada Rabu (15/7/2020).
"Hari ini kami mengungkap kasus terkait pemalsuan dokumen kesehatan yang diperlukan dalam perjalanan moda transportasi udara pada masa pandemi Covid-19," ujar Adi di Mapolresta Bandara Soetta, Senin (10/8/2020).
Menurut Adi, tersangka mendapatkan surat hasil negatif tes usap palsu yang tertulis Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Asrama Haji Pondok Gede.
"Dari seseorang yang tidak pelaku kenal pada kelompok keagamaan yang diikuti yang bersangkutan," ucapnya.
Adi menyatakan surat tersebut dapat dinyatakan palsu karena fasilitas Asrama Haji Pondok Gede terakhir operasional pada 30 Mei 2020.
"Kami pun langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut dan akhirnya mengamankan tersangka," kata Adi.
Kronologi
Kapolresta Bandara Soekarno Hatta, Kombes Adi Ferdian menerangkan mengenai kronologi beredarnya surat swab test palsu.
Dokumen kesehatan palsu itu beredar di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.
"Pada Selasa 14 Juli 2020 sekitar pukul 23.30 kami bersama personel Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sedang melakukan pemantauan pada awalnya," ujar Adi di Mapolresta Bandara Soetta, Senin (10/8/2020).
Proses pengamanan dan pemantauan berlangsung di area keberangkatan Terminal 3 Bandara Soetta.
Kemudian petugas mendapatkan informasi terkait adanya penumpang yang membawa surat swab test tersebut.
"Informasi tersebut terkait bahwa ada dua calon penumpang yakni FR (30) dan AR (15) yang akan terbang ke Papua dengan menggunakan Garuda Indonesia menggunakan surat keterangan sehat yang diduga kuat palsu," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ekspose-tersangka-pemalsuan-surat-tes-usap.jpg)